LEBAK | lensanews.id
Ratusan petak sawah di Blok Legon, Kampung Sukajaya, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, terancam gagal panen. Kondisi ini menyusul kekeringan ekstrem yang melanda wilayah tersebut tepat setelah masa tanam (tandur) selesai, Sabtu (21/3/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, hamparan sawah yang baru saja menghijau kini mulai mengering. Tanah di area pesawahan tampak mulai retak, dan bibit padi yang baru ditanam terancam mati jika tidak segera mendapatkan pasokan air dalam waktu dekat.
Kekeringan ini dipicu oleh menyusutnya debit air pada saluran irigasi utama yang bersumber dari Bendungan Leuwi Karang. Saat ini, kondisi saluran irigasi tersebut hampir kering kerontang, sehingga air tidak lagi mampu mengalir hingga ke hilir pesawahan Blok Legon.
Abah, salah satu petani setempat, mengungkapkan kecemasannya atas kondisi ini. Menurutnya, para petani penggarap sangat bergantung pada aliran irigasi tersebut untuk kelangsungan hidup tanaman padi mereka.
“Kami sangat berharap ada solusi cepat. Jika tidak segera ditangani, seluruh petani di Blok Legon dipastikan akan mengalami gagal panen total,” ujar Abah saat ditemui di lokasi, Sabtu (21/3/2026).
Ia menambahkan bahwa ada dugaan kerusakan pada infrastruktur saluran irigasi yang menghambat distribusi air dari sungai ke lahan warga. Oleh karena itu, para petani mendesak pihak terkait untuk segera melakukan pengecekan dan perbaikan.
“Kami berharap irigasi yang bersumber dari sungai (Leuwi Karang) ini segera diperbaiki jika memang ada kerusakan. Ini demi menyelamatkan mata pencaharian kami,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, para petani masih berupaya mencari sumber air alternatif sambil menunggu langkah nyata dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk mengatasi krisis air di wilayah Bayah Timur tersebut.
(Dhee)












