Lensanews.id | LEBAK
Warga Desa Gunung Gede, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, menyampaikan keluhan mendalam terkait minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap infrastruktur dasar di wilayah mereka. Hingga saat ini, kondisi jalan yang rusak parah dan fasilitas Puskesmas Pembantu (Pustu) yang nyaris ambruk membuat desa ini seolah jalan di tempat meski kepemimpinan di Kabupaten Lebak terus berganti.
Kondisi Pustu di Desa Gunung Gede saat ini sangat memprihatinkan dan nyaris ambruk. Padahal, fasilitas ini merupakan garda terdepan untuk pelayanan dasar seperti Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), imunisasi, serta pengobatan sederhana.

“Penderitaan di desa kami sudah lengkap. Pustu nyaris ambruk, sementara jalan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, apalagi saat musim hujan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (3/2/2026).
Warga menyoroti instruksi pemerintah yang mewajibkan persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan resmi. Namun, dengan jarak tempuh yang jauh ke Puskesmas kecamatan dan kondisi jalan yang licin, warga merasa aturan tersebut sulit dipenuhi.
“Jika membawa ibu hamil melahirkan dengan kondisi jalan licin dan jarak yang jauh, itu sama saja membiarkan warga melahirkan di jalan. Padahal jika Pustu di desa kami berfungsi, itu bisa menjadi solusi utama,” tambahnya.
Senada dengan keluhan warga, Dede Heriansyah, salah satu guru di SMAN 2 Cihara (wilayah Gunung Gede), menyatakan bahwa infrastruktur jalan yang buruk menjadi hambatan besar bagi dunia pendidikan.
“Sebagai pendidik, saya miris. Anak-anak di sini tertinggal dibanding sekolah lain di wilayah Kecamatan Panggarangan hanya karena kendala akses. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Lebak segera membenahi jalan agar siswa tidak lagi terhambat sekolah karena alasan jalan licin saat hujan,” tegas Dede.
Harapan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak
Masyarakat Desa Gunung Gede mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak, khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pekerjaan Umum, untuk segera turun tangan. Mereka berharap jargon pembangunan pemerintah dapat dirasakan secara nyata, bukan sekadar janji saat pergantian pejabat.
“Kami mohon kepada Pemerintah Kabupaten Lebak, tolong benahi salah satu atau keduanya; Pustu dan jalan kami. Jangan biarkan kami terus tertinggal,” tutup warga tersebut. (Dhee)












