LEBAK

Kumala Kecam Dugaan Kelalaian K3 Proyek BBWSC Usai Dua Anak Tewas Tenggelam di Karian

69
×

Kumala Kecam Dugaan Kelalaian K3 Proyek BBWSC Usai Dua Anak Tewas Tenggelam di Karian

Sebarkan artikel ini

LEBAK | lensanews.id

Tragedi memilukan terjadi di Desa Mekarsari, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak. Dua anak dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di lokasi galian proyek sodetan Bendungan Karian, Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua korban merupakan warga Kampung Pasir Makam, Desa Mekarsari. Keduanya masih berusia sekitar 8 tahun, masing-masing laki-laki dan perempuan, serta masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar.

 

Ketua Umum Koordinator KUMALA, Rohmin, mengecam keras dugaan kelalaian dalam penerapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proyek yang berada di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSC).

 

“Peristiwa meninggalnya dua anak di lokasi proyek ini sangat memprihatinkan. Kami mengecam pihak BBWSC Banten dan mempertanyakan penerapan K3 di lapangan. Setiap proyek seharusnya memiliki standar pengamanan yang ketat guna mencegah kejadian yang tidak diinginkan,” tegas Rohmin.

 

Ia menilai, derasnya arus air serta kondisi galian yang dalam saat hujan deras diduga menjadi faktor utama yang membuat korban tidak dapat menyelamatkan diri.

 

“Ini menjadi catatan serius bahwa ada aspek keselamatan yang luput dari pengawasan. Kami mendesak BBWSC segera memberikan klarifikasi kepada publik, khususnya kepada keluarga korban. Jika dalam waktu dekat tidak ada respons, kami akan melayangkan surat aksi sebagai bentuk protes,” lanjutnya.

 

Suasana duka menyelimuti keluarga korban dan warga sekitar. Dari dokumentasi yang beredar, kedua jenazah telah disemayamkan di rumah duka dan dihadiri kerabat serta warga yang menyampaikan belasungkawa.

 

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak kontraktor terkait sistem pengamanan serta mitigasi risiko di area proyek tersebut.

 

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya penerapan standar keselamatan secara ketat dalam setiap kegiatan proyek, terutama yang berada di dekat permukiman warga dan memiliki potensi bahaya tinggi, khususnya bagi anak-anak. (ND)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *