LEBAK

LSM Harimau Soroti Keterlambatan Bahu Jalan Cikeusik–Simpang, Dinilai Rugikan Warga

187
×

LSM Harimau Soroti Keterlambatan Bahu Jalan Cikeusik–Simpang, Dinilai Rugikan Warga

Sebarkan artikel ini

Lensanews.id | LEBAK

Proyek pembangunan jalan ruas Cikeusik–Simpang Cijaku di Kabupaten Lebak menuai kritik tajam. Ketua DPC LSM Harimau Kabupaten Lebak, Apih Asep Sudjana, S.IP., menyoroti keluhan warga terkait belum diselesaikannya bahu jalan di Kampung Cikeusik Timur, Desa Malingping Selatan, Selasa (30/12/2025).

 

Kondisi bahu jalan yang terbengkalai tersebut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga. Akses kendaraan roda empat menuju permukiman dan tempat usaha terputus, sehingga warga terpaksa memarkirkan kendaraan mereka jauh dari rumah.

 

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa keterlambatan ini sangat merugikan para pelaku usaha lokal. Selain akses yang sulit, material sisa proyek berupa besi penyekat rabat beton dibiarkan berserakan di pinggir jalan raya.

 

“Usaha kami terganggu karena kendaraan sulit masuk. Selain itu, besi bekas penyekat jalan disimpan sembarangan. Ini sangat membahayakan, kalau terjadi kecelakaan siapa yang bertanggung jawab?” keluh warga tersebut.

 

Menanggapi hal itu, Apih Asep Sudjana menegaskan bahwa pengerjaan rabat beton seharusnya dilakukan beriringan dengan penyelesaian bahu jalan. Hal ini bertujuan agar dampak pembangunan tidak merugikan hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.

 

Ia juga menyoroti absennya pembangunan drainase atau saluran air di lokasi proyek yang dikhawatirkan akan memicu kerusakan jalan di masa depan.

 

“Kami mempertanyakan apakah pelaksanaan ini sudah sesuai dengan Juklak dan Juknis yang berlaku. Apalagi drainase tidak terlihat di lokasi. Selain itu, penyimpanan material yang sembarangan di pinggir jalan menunjukkan kurangnya aspek keselamatan, terutama saat malam hari karena minim penerangan,” ujar Apih Asep.

 

LSM Harimau menyatakan akan terus mengawal proyek tersebut hingga tuntas. Mengingat anggaran yang digunakan bersumber dari APBD dengan nilai yang cukup besar, pihaknya mendesak pelaksana proyek untuk bekerja secara profesional dan sesuai spesifikasi.

 

“Kami tidak akan memberikan toleransi jika ditemukan pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Ini uang rakyat, maka hasilnya harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat, bukan malah menyusahkan,” pungkasnya.

(Dhee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *