LEBAK

Penguatan Tata Kelola Aset, DPMD Lebak Dorong Optimalisasi Operasional KDMP

97
×

Penguatan Tata Kelola Aset, DPMD Lebak Dorong Optimalisasi Operasional KDMP

Sebarkan artikel ini

LEBAK | lensanews.id 

Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus mengintensifkan upaya penguatan tata kelola aset sebagai bagian dari strategi optimalisasi operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

 

Upaya ini sejalan dengan penyaluran bantuan tahap pertama dari PT Agrinas Pangan Nusantara kepada pengurus KDMP di desa-desa yang telah menuntaskan pembangunan gedung secara menyeluruh.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMD Lebak, Rido Novara, menegaskan bahwa keberhasilan operasional KDMP tidak semata ditentukan oleh ketersediaan sarana fisik, melainkan juga oleh kapasitas pengurus dalam mengelola dan memanfaatkan aset secara tepat guna dan berkelanjutan.

 

“Pengelolaan aset yang profesional dan akuntabel menjadi fondasi utama dalam memastikan KDMP mampu beroperasi secara efektif serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat desa,” ujarnya, Jumat (10 April 2026).

 

Ia menuturkan, setiap aset yang telah diserahkan perlu dijaga, dirawat, serta dioptimalkan pemanfaatannya agar dapat menunjang aktivitas koperasi secara maksimal.

 

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Lebak bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan dan pengawasan secara sistematis dan berkesinambungan, khususnya dalam aspek administrasi dan tata kelola aset sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Berdasarkan data dari Kodim, pembangunan infrastruktur KDMP hingga kini telah terealisasi di 240 desa. Kendati demikian, masih terdapat 99 desa yang belum terfasilitasi, sehingga menjadi fokus percepatan pada tahap pembangunan selanjutnya. terang Rido

 

Sejumlah tantangan masih dijumpai, terutama terkait ketersediaan lahan yang representatif. Beberapa desa belum memiliki lahan yang memadai, sementara alternatif lokasi yang tersedia dinilai kurang strategis dalam mendukung efektivitas operasional KDMP.

 

Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan penguatan sinergi lintas sektor dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti masyarakat, Perhutani, PTPN, lembaga pendidikan, serta pihak-pihak lain yang memiliki potensi dukungan lahan.

 

Melalui kolaborasi yang harmonis dan terintegrasi, diharapkan seluruh desa di Kabupaten Lebak dapat segera terfasilitasi, sehingga KDMP dapat berperan lebih optimal sebagai penggerak ekonomi desa dan pilar peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *