LEBAK

Sama Rata, Sama Rasa dalam Sajian MBG

87
×

Sama Rata, Sama Rasa dalam Sajian MBG

Sebarkan artikel ini

LEBAK | lensanews.id 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghadirkan dampak nyata bagi anak-anak di wilayah pedesaan, terutama dalam memperluas pemerataan akses terhadap asupan gizi yang selama ini belum sepenuhnya mereka rasakan.

 

Melalui program ini, setiap anak memperoleh porsi makanan yang telah disesuaikan dengan standar kebutuhan gizi dalam satu ompreng untuk sekali santap.

 

Keseragaman porsi tersebut tidak sekadar mencerminkan pemenuhan nutrisi, tetapi juga menjadi simbol keadilan dan kesetaraan bagi seluruh penerima manfaat.

 

*Food technologist, Linda Tanpidiyah* menuturkan bahwa MBG memastikan setiap anak mendapatkan sajian dengan komposisi yang sama. Menu yang dihadirkan pun tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga variatif dan bernilai gizi tinggi, mulai dari daging ayam, buah-buahan segar, hingga jenis makanan yang sebelumnya jarang mereka konsumsi, Jumat (10 April 2026).

 

“Bagi sebagian anak, ini merupakan pengalaman baru. Di sejumlah desa, masih terdapat anak-anak yang hanya sesekali, bahkan hampir tidak pernah, mengonsumsi lauk seperti daging ayam maupun buah segar,” ungkapnya.

 

Ia turut mengapresiasi kehadiran program MBG yang dinilai menjadi momen berharga bagi anak-anak untuk menikmati makanan bergizi secara bersama-sama, tanpa sekat dan perbedaan.

 

Antusiasme anak-anak tampak jelas setiap kali pembagian makanan berlangsung. Raut wajah ceria dan semangat yang terpancar mencerminkan bahwa program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan kehangatan sosial.

 

Menurut Linda, bagi sebagian masyarakat dengan pola konsumsi yang telah lebih baik, menu tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi anak-anak di pedesaan, pengalaman ini menyimpan makna yang jauh lebih dalam—menghadirkan kebahagiaan sekaligus membuka peluang bagi tumbuh kembang yang lebih optimal melalui asupan gizi yang memadai.

 

Ke depan, program MBG diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh anak-anak Indonesia, baik dari aspek kesehatan maupun kesejahteraan sosial.

(Reporter : ND)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *