lensanews.id ✓ LEBAK
Puluhan Relawan Pembela Masyarakat ( RPM) gerudug Dinas PUPR lebak mereka mereka menyampaikan aspirasinya, aksi tersebut di kawat oleh pihak kepolisian polres lebak. Rabu ( 7 Mei 2025)
Firdaus Koordinasi aksi menyampaikan dalam orasinya,
” Kami masyarakat lebak sangat kecewa dengan kinerja dari dinas PUPR lebak pasal nya pengerjaan dan pemeliharaan jalan kualitas buruk dan terlihat pemeliharaan jalan di perkotaan Rangkasbitung memeliharaan jalan mengunakan Pavingblok dan juga masih banyaknya jalan yang rusak dan berlobang sehingga menjadi kekuatiran para pengguna jalan dan memicu rawan kecelakaan,” kata Daus.
lanjut Firdaus, padahal anggaran pemeliharaan di tahun 2024 saja mencapai 8 Milyar jadi kami menduga ada unsur korupsi dalam anggaran tersebut.
” Salah satu pengerjaan jalan hotmik di jalan pamudayan desa mapunduhan kecamatan cijaku yang di kerjaakan oleh pihak rekanan dengan anggaran hampir 1 milyar baru selesai kerjaakan hanya beberapa bulan saja sudah rusak kembali dan kami menduga ada korporasi korupsi antara pihak ketiga denga DPUPR lebak,” tegas firdaus.
Hal itu juga di katakan Imam Apriyana korlap aksi menyamapaikan DPUPR lebak harusnya peka dalam kondisi seperti ini dan menjadi prioritas terutama jalan jalan yang rusak parah.
” Kami menilai Kepala DPUPR lebak tidak becus mengurus tugas dan fungsinya sebagai liding sektor pembangunan jalan dan pemeliharaan jalan,” tukasnya.
Kami (RPM_red) menuntut
-copot kepala dinas PUPR Lebak
-mendesak inspektorat dan KPK periksa penggunaan anggaran pemeliharaan jalan tahun 2023-2024, buka hasil pemeriksaan DPUR lebak oleh inspektorat ke publik, periksa pihak rekanan yang mengerjakan jalan hotmik di Cijaku.
” Jika tuntutan kami tidak penuhi kami akan terus menerus melakukan unjukrasa baik di daerah maupun pemerintah pusat,” tegasnya.
Sementara Kepala Dinas PUPR Lebak, Kabid pemeliharaan jalan tidak ada di kantor. (Dra)