KOTA METROPOLITIK

Darurat Fiskal, Lek Darsono Berharap Pengelolaan Parkir dan Sampah Dikelola Pihak Ketiga

30
×

Darurat Fiskal, Lek Darsono Berharap Pengelolaan Parkir dan Sampah Dikelola Pihak Ketiga

Sebarkan artikel ini

KORA METRO | lensanews.id 

Anggota DPRD Dari Fraksi Partai Gerindra Kota Metro, Lek. Darsono, berharap kepada Rekan-rekannya di DPRD untuk mendorong Pemkot Metro agar pengelolaan sumber sumber Pendapatan Asli Daerah dapat bekerja sama dengan Pihak ketiga. Hal itu Ia tegaskan saat jumpa Pers diruang hearing Dewan setempat, Rabu, (06/05/2026).

 

Wakil Rakyat dari Fraksi Gerindra kota Metro itu menyoroti arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Metro yang menurutnya perlu dievaluasi secara menyeluruh. Sudarsono mengakui bahwa, anggaran daerah seharusnya menjadi instrumen utama untuk mendorong pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan Publik, bukan justru menyisakan berbagai persoalan di tengah Masyarakat.

 

“Sudarsono menilai, masih banyak pekerjaan rumah yang harus di selesaikan, mulai dari kondisi infrastruktur jalan, pengelolaan persampahan, hingga kebutuhan pelayanan dasar Masyarakat yang belum Optimal,” ungkapnya.

 

Dirinya mengatakan bahwa, dengan kapasitas anggaran yang dimiliki Pemerintah Daerah setiap tahunnya, Masyarakat sepatutnya sudah bisa merasakan dampak pembangunan yang lebih nyata dan merata.

 

“APBD itu berasal dari Rakyat. Maka penggunaannya juga harus tepat sasaran dan hasilnya benar-benar bisa dirasakan langsung oleh Masyarakat,” ucapnya.

 

Dirinya, juga menekankan pentingnya keberanian Pemerintah Daerah dalam menyusun skala prioritas pembangunan, agar anggaran tidak terserap pada belanja rutin semata, tetapi lebih banyak diarahkan pada program yang menyentuh kebutuhan Publik.Ia bahkan mendorong Pemerintah membuka skema kemitraan propesional atau model pengelolaan semi-korporasi sebagai instrumen penyelamatan fiskal daerah.

 

“Ditambahkan bahwa. Dirinya mengajak Rekan-rekan sesama Anggota DPRD Metro untuk fokus mendorong pengelolaan sampah dan parkir, yang seharusnya bekerja sama dengan Pihak ketiga. Seperti parkir RSUD Ahmad Yani yang menurutnya aneh kalau sekarang bisa tidak mencapai target,” tambahnya.

 

Harapannya bahwa, sudah waktunya pengelolaan parkir, sampah dan lainnya dikelola Pihak ketiga, apalagi RSUD Kita sudah jadi Badan Usaha. Menurutnya, potensi ekonomi dari sektor tersebut sangat besar, namun harus didukung sistem pengelolaan yang profesional, transparan dan akuntabel agar tidak terjadi kebocoran pendapatan.

 

“Lanjutnya, Sudarsono berharap seluruh Pemangku kebijakan di Kota Metro dapat menjadikan evaluasi anggaran sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas pembangunan daerah kedepan,” ujarnya.

 

Menurutnya, transparansi, efisiensi, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat harus menjadi fondasi utama dalam pengelolaan APBD.

 

“Lebih lanjut dikatakan bahwa, yang dibutuhkan Masyarakat bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran, akan tetapi hasil nyata yang bisa dilihat dan dirasakan oleh Mereka,” pungkasnya, (Jjs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *