KOTA METRO | lensanews.id
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026, Komunitas Guru dan Tenaga Pendidik (GTK) Kota Metro menggelar kegiatan budaya dan edukasi bertema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” yang berlangsung di Simpang Tiga Seputaran Taman Merdeka, Kota Metro, Sabtu (02/05/2026).
Acara yang diikuti sebanyak 2.168 orang guru dan tenaga kependidikan ini juga dihadiri oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, jajaran Forkopimda, PJ Sekda, Kadis Dikbud Kota Metro, para Kepala OPD, perwakilan instansi pendidikan provinsi, serta tokoh masyarakat.
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai mampu memperkuat karakter dan budaya dalam dunia pendidikan, mengingat pentingnya keseimbangan antara pengetahuan dan karakter dalam pendidikan.
“Ia mengutip ayat pertama Al-Qur’an, “Iqra bismi robbikal ladzi kholaq”, sebagai dasar pendidikan yang memadukan ilmu dan keimanan. “Membaca itu bukan hanya sekedar membaca buku atau tulisan, tapi juga membaca alam semesta yang menjadikan kita pintar sekaligus memiliki karakter yang benar. Kita harapkan lahir generasi yang komplit: pintar juga benar, benar juga pintar,” ungkapnya.
Bambang juga menuturkan bahwa Pemerintah Kota Metro, akan terus mendukung berbagai kegiatan inovatif yang digagas oleh komunitas pendidikan, serta berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan berkembang lebih besar di masa mendatang.
“Guru itu ibarat orang tua, harus selalu prihatin dalam mendidik. Namun keprihatinan ini bukan berarti harus kekurangan, tetapi keprihatinan adalah bentuk ketulusan. Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Oleh karena itu, marilah kita doakan agar bangsa ini selalu diberi rezeki melimpah, sehingga kesejahteraan guru dan seluruh masyarakat Kota Metro terus meningkat,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut menyampaikan berbagai informasi terkait perkembangan Kota Metro, termasuk rencana kegiatan besar yang akan berdampak pada peningkatan perekonomian daerah.
“Mudah-mudahan PON 2032 nanti beberapa cabang olahraga digelar di Metro, antara lain silat kuras dan sepak bola perempuan. Stadion Tejosari kemungkinan akan direnovasi menjadi megah, dan harapannya cabang renang serta tenis juga masuk ke Metro,” ujarnya.
Selain itu, pada Juli-Agustus mendatang akan hadir sekitar 5.000 mahasiswa dari dua perguruan tinggi besar yang melaksanakan KKL, PPL, dan KKN di seluruh kelurahan di Metro. “Ini akan berdampak positif bagi perekonomian warga, karena perputaran uang akan meningkat signifikan,” imbuhnya.
Di akhir sambutan, Wali Kota Metro kembali mengapresiasi inisiatif GTK yang menyelenggarakan kegiatan ini secara mandiri tanpa menggunakan dana APBD.
“Ini contoh nyata kemandirian dan kreativitas. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, semoga kegiatan ini menjadi awal dari gerakan pendidikan yang lebih besar dan membawa kemajuan bagi Kota Metro tercinta,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Agus Muhammad Septiana, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh komunitas GTK Kota Metro, dimana Dinas Pendidikan, Wali Kota Metro, dan Ketua hanya men-support dan menjadi pengarah saja dalam kegiatan tersebut.
Sebagai Kepala Dinas, dirinya juga mengungkapkan bahwa khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, sepenuhnya akan mendukung setiap kegiatan yang dilaksanakan GTK Metro dan aktivitas yang positif yang dikembangkan oleh komunitas guru dan tenaga kependidikan.
“Selama ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh komunitas guru dan tenaga kependidikan di bawah bimbingan PGRI mampu menyatukan semua guru baik di lingkup PAUD, SD, hingga SMP yang melintasi sekat-sekat satuan pendidikan serta mengedepankan praktik baik berbasis kearifan lokal,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pada kegiatan tersebut terdapat dua agenda besar dengan melibatkan sebanyak 2.168 guru dan tenaga kependidikan yang bersama Forkopimda. Sedangkan, Ketua DPRD akan melakukan membatik shibori secara bersama-sama, serta mengikuti kegiatan nyeruit sebagai upaya melestarikan budaya Lampung, sekaligus mempererat silaturahmi antar insan pendidikan.
“Komunitas GTK bukanlah struktur resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro. Ini adalah ruang terbuka sukarela di mana mereka belajar bersama-sama untuk menjadikan ruang ini sebagai ruang praktik baik untuk saling membina, saling bersilaturahim, dan saling membagi informasi di kalangan guru dan tenaga kependidikan di Kota Metro,” tuturnya.
Agus berharap, agar komunitas GTK terus diberikan ruang untuk berkreasi sehingga pendidikan di Kota Metro semakin maju, berkembang, dan menjadi yang terdepan di Provinsi Lampung.
“Saya juga ingin menyampaikan pesan, bahwa jangan pernah berhenti belajar, berkarya, dan berkolaborasi. Kehadiran Anda semua di dalam komunitas GTK adalah bukti bahwa guru di Metro siap menjadi agen perubahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BGTK Provinsi Lampung yang diwakili Ketua Tim Fasilitasi Kemitraan dan Publikasi, Lilis Setya Rini, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berkumpul, melainkan merayakan makna menjadi pendidik dan penjaga peradaban, karena pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas, tetapi juga tentang rasa, nilai, dan bagaimana menanamkan jati diri kepada generasi masa depan.
“Dan hari ini, melalui kegiatan membatik Shibori dan Nyeruit bersama, kita sedang bersama-sama melakukan ikhtiar besar yang bermakna yang sedang menghidupkan budaya, kita sedang merawat identitas, dan kita sedang menanamkan karakter,” tegasnya.
Tak hanya itu, Lilis juga menekankan bahwa membatik bukan hanya soal motif, tetapi tentang kesabaran, ketekunan, dan keindahan proses, sedangkan nyeruit bukan sekadar makan bersama, melainkan tentang kebersamaan, kesetaraan, dan rasa memiliki.
“Sesuai tema kita pada pagi hari ini, yaitu kolaborasi budaya dan kreasi GTK menuju pendidikan berkarakter, adalah sebuah panggilan. Panggilan untuk tidak berjalan sendiri, panggilan untuk saling menguatkan, panggilan untuk menjadikan budaya sebagai fondasi pendidikan yang hidup,” ujarnya.
Ia mengajak para guru untuk terus bergerak tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik dengan hati serta menghadirkan makna dalam setiap pembelajaran.
“Anak-anak kita tidak hanya membutuhkan guru yang pintar, tetapi juga membutuhkan guru yang berjiwa yang mampu menghadirkan makna dalam setiap pembelajaran dan mampu menghubungkan ilmu dalam kehidupan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini juga, dirinya melihat itu semua ada di sini, di semangat kolaborasi, kreativitas yang tumbuh, kebersamaan yang hangat pagi ini. “Mari kita buktikan bahwa pendidikan di Kota Metro tidak hanya maju secara pengetahuan, tetapi juga dalam karakter, kaya dalam budaya dan kokoh dalam hati,” tambahnya.
Lilis berharap seluruh peserta yang hadir dapat jadikan BGTK Lampung bukan hanya tempat singgah tetapi tempat bertumbuh, bukan hanya tempat bertemu tetapi tempat menyatu dalam visi yang sama. “Karena ketika kita bersama, bukan hanya program yang akan kita jalankan, tetapi masa depan yang kita bangun bukan hanya mengajar tapi menginspirasi,” pungkasnya, (Jjs).












