LEBAK | lensanews.id
Ketegangan yang sempat mewarnai hubungan antara Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, dan Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, kini mencair dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.
Keduanya sepakat menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya, sekaligus memperkokoh sinergi demi kemajuan Kabupaten Lebak.
Momentum rekonsiliasi tersebut ditandai dengan kunjungan langsung Bupati Hasbi ke kediaman Wakil Bupati Amir Hamzah di Kampung Kapugeran, Rangkasbitung, Rabu (1/4/2026) sore.
Pertemuan yang berlangsung dalam nuansa kekeluargaan itu turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Halson Nainggolan, serta sejumlah tokoh agama dan alim ulama.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Lebak, Muhammad Akbar, membenarkan agenda silaturahmi tersebut sebagai bagian dari upaya mempererat kembali hubungan antarpimpinan daerah.
Pertemuan tertutup selama kurang lebih 30 menit itu menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi, dengan penekanan pada pentingnya komunikasi yang jernih dan soliditas kepemimpinan dalam mengemban amanah publik.
Dalam pernyataannya, Bupati Hasbi menyampaikan sikap terbuka dan reflektif atas dinamika yang terjadi. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat bertumpu pada komunikasi yang sehat dan saling pengertian.
“Sebagai manusia, saya menyadari tidak ada yang sempurna. Apa yang terjadi menjadi pelajaran berharga untuk membangun komunikasi yang lebih baik ke depan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keharmonisan antar pimpinan merupakan fondasi utama dalam mendorong kemajuan daerah.
“Tidak mungkin sebuah daerah dapat melangkah maju apabila para pemimpinnya tidak berjalan selaras,” tegasnya.
Apresiasi turut disampaikan kepada Wakil Bupati Amir Hamzah atas sikap bijak dan kelapangan hati dalam menyikapi persoalan tersebut.
Sementara itu, Wakil Bupati Amir Hamzah memastikan bahwa seluruh dinamika telah diselesaikan dengan baik melalui komunikasi langsung yang dilandasi itikad baik.
“Alhamdulillah, semuanya sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkapnya singkat.
Ia menegaskan bahwa sejak awal dirinya telah membuka ruang maaf demi menjaga stabilitas dan keberlangsungan roda pemerintahan.
Pandangan positif juga datang dari berbagai pihak. Juru bicara keluarga H. Mulyadi Jayabaya, Agus R. Wisas, menilai rekonsiliasi ini sebagai cerminan kedewasaan dalam kepemimpinan.
Senada, Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Regen Abdul Haris, menyambut baik terjalinnya kembali keharmonisan tersebut sebagai energi positif bagi keberlanjutan pembangunan daerah.
Sebelumnya, dinamika hubungan kedua pimpinan daerah mencuat pasca peristiwa dalam acara halal bihalal pada Senin (31/3/2026) yang memicu kesalahpahaman.
Namun, penyelesaian melalui dialog langsung menegaskan bahwa setiap perbedaan dapat dirajut kembali dalam semangat kebersamaan.
Rekonsiliasi ini diharapkan menjadi titik tolak untuk memperkuat soliditas kepemimpinan, menjaga stabilitas pemerintahan, serta memastikan pembangunan di Kabupaten Lebak berjalan secara optimal, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (ND)












