LEBAK | lensanews.id
Kondisi bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pasung yang berlokasi di Desa Leuwiipuh, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten, kini berada dalam situasi yang memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia ini telah berdiri sejak 1971. Namun, pembangunan terakhir yang diterima terjadi pada tahun 2009. Seiring berjalannya waktu, kondisi fisik bangunan mengalami penurunan yang signifikan.
Dengan jumlah siswa mencapai 75 orang pada tahun 2026, sarana dan prasarana yang tersedia dinilai belum mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan representatif. Sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan, plafon sebagian terbuka, serta pintu dan jendela yang mulai lapuk dimakan usia.
Kepala MI Pasung, Jaenal, menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan pihak sekolah untuk mendapatkan perhatian pembangunan.
“Sejak saya menjabat pada 2003, memang sempat ada pembangunan pada 2009. Namun setelah itu, belum ada lagi realisasi. Setiap tahun kami mengajukan permohonan, termasuk melalui skema CSR, tetapi hingga kini belum membuahkan hasil,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Ia berharap adanya langkah konkret dari pemerintah guna memperbaiki kondisi bangunan yang kini semakin rentan, terutama pada bagian atap dan struktur pendukung lainnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Para guru dan siswa menunjukkan dedikasi serta semangat yang tinggi dalam menjalankan proses pendidikan, meski dalam kondisi yang jauh dari ideal.
Harapan pun disampaikan oleh pihak sekolah dan wali murid agar pemerintah, khususnya Kementerian Agama, dapat memberikan perhatian yang lebih serius. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menghadirkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi generasi penerus di wilayah tersebut. (ND)












