LEBAK

Gelombang Protes Pedagang Sampay: Gate Parkir Dinilai Cekik Usaha, Pemkab Hentikan Sementara

20
×

Gelombang Protes Pedagang Sampay: Gate Parkir Dinilai Cekik Usaha, Pemkab Hentikan Sementara

Sebarkan artikel ini

LEBAK | lensanews.id

Puluhan pedagang Pasar Tradisional Sampay, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (30/4/2026).

 

Mereka menolak pemberlakuan gate parkir yang dianggap menekan ekonomi pedagang kecil dan menggerus denyut aktivitas pasar rakyat.

Dengan membawa spanduk tuntutan, para pedagang menyuarakan keresahan mereka di depan area pasar.

 

Aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian dan sempat diwarnai ketegangan dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak, Rully Edward.

 

Ketua Paguyuban Pasar Sampay, Azis, menegaskan bahwa kebijakan tersebut telah berdampak langsung pada penurunan omzet pedagang.

 

“Ini kali kedua gate parkir diberlakukan. Dampaknya nyata—pengunjung berkurang, omzet merosot, pasar sepi, bahkan banyak kios terpaksa tutup,” ujarnya.

 

Menurutnya, kebijakan itu tidak hanya memukul sektor ekonomi kecil, tetapi juga dinilai membahayakan keselamatan pengunjung. Ia menyebut telah terjadi sejumlah insiden kecelakaan di sekitar area gate parkir.

 

“Bukan hanya merugikan, tapi juga berisiko. Sudah ada kecelakaan, dari yang ringan hingga serius,” katanya.

 

Para pedagang mendesak pemerintah daerah segera mencabut kebijakan tersebut dan membongkar fasilitas gate parkir. Mereka juga mengancam akan memperluas aksi jika tuntutan tidak direspons, termasuk mendatangi kantor Disperindag hingga Pendopo Bupati.

 

Kekecewaan turut diarahkan kepada Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya. Pedagang menilai adanya inkonsistensi sikap pemerintah, setelah sebelumnya sempat ada pernyataan dukungan untuk pembongkaran gate parkir.

 

“Kami merasa dibohongi. Dulu dijanjikan akan dibongkar, sekarang justru diberlakukan lagi dengan dalih peningkatan PAD,” ungkap Azis.

 

Menanggapi protes tersebut, Rully Edward menjelaskan bahwa penerapan gate parkir merupakan bagian dari strategi optimalisasi pendapatan asli daerah sekaligus menutup potensi kebocoran retribusi melalui sistem digital (cashless).

 

Namun, ia mengakui adanya dampak yang dirasakan pedagang dan berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut kepada Bupati untuk evaluasi lebih lanjut.

 

“Untuk sementara, operasional gate parkir kami hentikan hingga ada keputusan lanjutan dari Bupati,” tegasnya. (ND)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *