PALEMBANG | lensanews.id
Langkah baru dimulai di tubuh Perumda Tirta Musi Palembang. Usai resmi dilantik, Direktur Utama yang baru, Ir. Teddy Andrian, ST., IPM, ASEAN Eng, langsung menebar optimisme melalui pendekatan yang lebih humanis dan responsif. Dalam momen silaturahmi bersama awak media di Gedung Graha Tirta Musi, Jumat (10/4), Teddy menegaskan bahwa kepemimpinannya akan berporos pada kepuasan pelanggan sebagai prioritas tertinggi.
Bagi Teddy, pencapaian manajemen sebelumnya bukanlah garis finis, melainkan titik awal (titik nol) untuk melompat lebih tinggi. Ia memiliki visi besar agar cakupan layanan air bersih mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat Kota Palembang tanpa terkecuali.
“Kita ingin Tirta Musi ini mengalami peningkatan dari yang sudah-sudah. Apa yang dicapai kemarin adalah minimalnya bagi kami untuk melangkah ke depan. Target kita, layanan harus bisa dinikmati oleh galo (semua) masyarakat Palembang,” ujar Teddy penuh semangat.
Menjawab tantangan publik, Teddy memfokuskan 100 hari kerja pertamanya untuk membenahi urusan teknis yang bersentuhan langsung dengan warga. Mulai dari masalah kebocoran pipa, kendala pemasangan jaringan baru, hingga persoalan air keruh.
Ia menegaskan tidak akan menoleransi adanya hambatan komunikasi. Bahkan, Teddy berencana menyiapkan Media Center khusus sebagai wadah informasi berkala mengenai strategi dan data mendetail perusahaan kepada publik.
“Orientasi kita ke pelanggan dulu. Masyarakat harus kita utamakan. Kita tidak akan mungkin bisa mencapai hal-hal besar kalau masih ada satu atau dua orang warga Palembang yang merasa kecewa atau kurang puas dengan layanan Tirta Musi,” tegasnya.
Satu hal yang menarik dan inovatif dari gaya kepemimpinannya adalah komitmen untuk melakukan verifikasi lapangan secara langsung. Teddy menginstruksikan klasifikasi laporan gangguan secara periodik agar penanganan memiliki tenggat waktu yang jelas—apakah selesai dalam satu hari atau tiga hari.
Lebih jauh, ia berjanji tidak akan segan untuk langsung mengunjungi warga jika terjadi gangguan distribusi skala besar.
“Jika ada pasokan air terganggu ke ratusan warga, saya pasti akan segera ke sana. Saya ingin kita lihat sama-sama riilnya seperti apa di lapangan. Kita akan evaluasi, apakah itu kendala teknis atau kesalahan internal petugas kami. Semua akan segera kita tindak lanjuti,” tambahnya.
Melalui pendekatan yang terbuka ini, Teddy berharap masyarakat Kota Palembang turut memberikan dukungan melalui pengaduan yang aktif dan konstruktif. Baginya, komunikasi yang cair antara Tirta Musi dan pelanggan adalah kunci utama menuju kemajuan layanan air bersih yang modern dan berintegritas di Kota Pempek.(Hari)












