BOGOR

Sektor Pendidikan dan Ketertiban Pokok Bahasan Reses DPRD Bogor di Dapil VI

126
×

Sektor Pendidikan dan Ketertiban Pokok Bahasan Reses DPRD Bogor di Dapil VI

Sebarkan artikel ini

BOGOR | lensanews.id

Kegiatan Reses Masa Sidang III Anggota DPRD Kabupaten Bogor dapil VI di Kecamatan Tajurhalang berlangsung dengan penuh antusias. Bertempat di Cafe kebon, Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajurhalang, senin (13/7/2026).

 

Dalam kegiatan Reses tersebut, para undangan memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan yang dihadapi saat ini, guna ditindaklanjuti kepada para anggota Dewan yang hadir untuk menjadi skla prioritas.

 

Dua isu yang menjadi perhatian utama dalam reses kali ini adalah sektor pendidikan dan ketertiban umum.

 

Peningkatan kualitas pendidikan masih menjadi aspirasi prioritas dalam reses kali ini, terkait kebutuhan sekolah tingkat SMAN saat ini sedang dikerjakan pembangunannya.

 

Siswa/i SMAN 2 Tajurhalang dalam kegiatan belajar mengajar sementara di gedung SMAN 1 Tajurhalang.

 

“Dan tahun depan In Sya Allah sudah bisa di gunakan gedung baru SMAN 2 Tajurhalang, yang pembangunannya saat ini sedang dikerjakan,” ujar Camat Tajurhalang Ivan Pramudia, S.Sos,. M.M kepada lensanews.id.

 

Ia melanjutkan, karena di Kecamatan Tajurhalang ada 17 SDN dan 2 SMPN, ketika momen SPMB tiba menjadi kurang maksimal dalam menampung siswa/i yang ingin ke sekolah negeri. Dikarenakan masyarakat inginnya sekolah gratis untuk anaknya.

 

Terkait gangguan ketertiban umum dan kenakalan remaja, saya juga berharap agar masyarakat lebih peka lagi terhadap aktivitas anak-anaknya, guna mencegah terulang kejadian tawuran di jalan Bomang yang mengakibatkan korban jiwa beberapa waktu yang lalu.

 

Diperlukan pengawasan kerjasama antar semua pihak, untuk mencegah kejadian serupa, salah satu upaya yang kita lakukan selain berkoordinasi dengan Forkopimcam untuk melakukan giat patroli bersama. Dan juga saat rapat dengan Bupati Bogor saya meminta penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalan Bomang.

 

“Sepanjang jalan Bomang yang masuk wilayah Kecamatan Tajurhalang, sudah terpasang 168 titik PJU. Setelah kita hitung masih kurang 90 titik lagi yang perlu ditambah, guna meningkatkan keamanan dan keselamatan masyarakat terutama di malam hari,” jelas Ivan.

 

Sementara itu, anggota Dewan dapil VI Sutisna menambahkan, masyarakat harus lebih peka dengan kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

 

“Saya minta lebih digiatkan lagi patroli gabungan dari Polsek, Koramil dan Satpol PP maupun dari masyarakat sekitar untuk ikut serta berperan aktif menindak atau mencegah aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum,” kata Sutisna.

 

Dalam sesi tanya jawab perwakilan PGRI menyampaikan dan mengharapkan, adanya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, pemerataan akses pendidikan, serta perhatian lebih terhadap kebutuhan sekolah di wilayah Kecamatan Tajurhalang.

 

“Salah satunya yang menjadi prioritas adalah perbaikan bangunan gedung SDN 02 Sasak Panjang yang mengalami kerusakan, mengakibatkan atap ruang kelas yang hancur untuk segera di perbaiki dan juga terkait kesejahteraan para guru PPPK agar menjadi perhatian para pemangku kebijakan,” tuturnya.

 

Diharapkan hasil reses ini, dapat melahirkan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Kecamatan Tajurhalang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *