lensanews.id | PESAWARAN
Sahabat ODHA Komunitas Penggiat HIV/AIDS (KPHP) Pesawaran, Wo Octa, pada Rabu 25 Februari 2026 menuturkan, bahwa dirinya merasa sangat miris dengan keadaan sekarang. Kasus HIV/AIDS di Lampung, terutama di Bandar Lampung, meningkat drastis.
Penyuluhan dan edukasi tentang HIV/AIDS yang dulu sering dilakukan sekarang semakin berkurang. Gaya hidup modern dan sosial media yang tidak diimbangi dengan edukasi yang tepat membuat angka penularan HIV/AIDS meningkat.
Edukasi tatap muka langsung sangat berbeda dengan edukasi melalui sosial media. Kami dulu sering melakukan penyuluhan ke sekolah dan pekerja hiburan malam, memberikan edukasi tentang cara memutus mata rantai penularan HIV/AIDS. Namun, sekarang edukasi seperti itu semakin jarang.
Masyarakat perlu tahu bahwa HIV/AIDS tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dilumpuhkan dengan pengobatan HRV. Pengetahuan ini sangat penting, terutama bagi anak-anak sekolah SMP dan SMA. Mereka perlu tahu cara mencegah penularan HIV/AIDS dan bagaimana memutus mata rantai penularan.
“Saya setuju jika diadakan kembali penyuluhan dan edukasi tentang HIV/AIDS, terutama ke sekolah-sekolah. Edukasi yang tepat dan dukungan dari dinas kesehatan dan penggiat aktivitas sangat dibutuhkan untuk mencegah penularan HIV/AIDS di Lampung, khususnya Pesawaran,” pungkas Wo Octa. (Indra).












