KOTA METRO | lensanews.id
Seorang suami berinisial AS (30), warga Kota Metro mengaku memergoki istrinya sedang berada di dalam rumah bersama seorang pria lain di wilayah Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Rabu malam, 12 Agustus 2026.
Ironisnya, menurut pengakuan AS, pria yang berada di dalam rumah tersebut justru mengancam dan mengejarnya menggunakan senjata tajam jenis pisau. Atas kejadian itu, AS menyatakan akan menempuh jalur hukum dan melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat kepolisian.
Peristiwa itu disebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Beruang, tepat di belakang Pasar Pagi 28, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro.
Kepada awak media, Jumat (14/8/2026), AS membenarkan bahwa dirinya mendatangi rumah mertuanya untuk mengantarkan sepeda motor kepada istrinya. Namun, setibanya di lokasi, ia mengaku curiga setelah istrinya cukup lama membukakan pintu.
“Betul, Bang. Rabu malam sekitar pukul delapan saya memergoki istri saya sedang berduaan dengan pria lain di dalam rumah mertua saya,” ujar AS.
AS menjelaskan, sebelum kejadian tersebut dirinya dan sang istri memang sedang mengalami perselisihan. Kondisi itu membuat AS memilih tinggal sementara di rumah orang tuanya di wilayah 15 Kauman, Metro Pusat, bersama anak perempuan mereka. Sementara sang istri tinggal di rumah orang tuanya di kawasan 28 Purwosari, Metro Utara, bersama anak laki-laki mereka.
Menurut AS, malam itu dirinya datang bersama seorang teman dengan maksud mengantarkan sepeda motor kepada istrinya.
“Sebelum kejadian, saya bersama teman saya ingin mengantarkan kendaraan sepeda motor ke tempat istri saya. Karena sebelumnya kami memang sedang cekcok, saya tinggal bersama anak perempuan saya di rumah orang tua saya di Kauman, sedangkan istri saya tinggal bersama anak laki-laki saya di rumah mertua di wilayah 28,” jelasnya.
Sesampainya di rumah mertua, AS mengaku memanggil istrinya dari luar. Menurut dia, sang istri menjawab panggilannya, tetapi membutuhkan waktu cukup lama untuk membukakan pintu.
Kondisi tersebut membuat AS merasa curiga. Setelah pintu dibuka, ia mengaku masuk sambil membawa sepeda motor ke dalam rumah. Di dalam rumah, AS kemudian melihat sepasang sandal pria yang menurutnya bukan milik anggota keluarga.
“Saya bertanya kepada istri saya, sandal siapa itu. Karena jawaban istri saya membuat saya semakin curiga, saya kemudian mencari ke beberapa kamar yang ada di rumah. Sampai akhirnya saya menemukan seorang pria yang tidak saya kenal,” ungkapnya.
AS mengatakan, setelah menemukan pria tersebut, terjadi pertengkaran antara dirinya dan sang istri. Menurut keterangannya, situasi kemudian memanas ketika pria tersebut mengambil pisau yang berada di meja ruang tengah.
“Tiba-tiba pria tersebut mengambil senjata tajam jenis pisau di meja ruang tengah dan mengejar saya. Saya kemudian berlari untuk menghindari agar tidak terluka,” kata AS.
Setelah berhasil melarikan diri, AS mengaku mendatangi rumah salah seorang saudara istrinya untuk memberitahukan kejadian tersebut. Tidak lama kemudian, menurut AS, pamong setempat bersama Bhabinkamtibmas Metro Utara datang ke lokasi.
Namun, ketika aparat dan pamong tiba, pria yang disebut AS berada di dalam rumah tersebut telah melarikan diri melalui pintu belakang.
AS juga mengaku bahwa dirinya bersama pihak keluarga istrinya kemudian berupaya mengetahui identitas pria tersebut. Namun, menurut AS, istrinya mengaku tidak mengetahui identitas maupun tempat tinggal pria yang dimaksud.
“Dari malam kejadian itu, kami bersama keluarga istri, pamong, dan pihak Bhabinkamtibmas menanyakan siapa laki-laki tersebut dan di mana tempat tinggalnya. Istri saya selalu menjawab tidak tahu,” ungkap AS.
Atas kejadian tersebut, AS menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Ia mengaku akan membuat laporan kepada Polres Metro terkait dugaan perbuatan yang dialaminya.
“Saya akan menempuh jalur hukum. Saya akan melaporkan kejadian ini ke Polres Metro. Untuk dugaan hubungan dengan pria lain, saya akan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk proses dan pembuktiannya. Saya juga akan melaporkan dugaan ancaman dan percobaan melukai saya dengan senjata tajam,” tegasnya.
AS menyebut dirinya memiliki rekaman video yang menurut keterangannya berada pada telepon seluler temannya yang turut berada di lokasi saat kejadian. Ia berharap rekaman tersebut dapat menjadi salah satu bahan bagi aparat dalam mengungkap peristiwa yang terjadi.
Diketahui, AS dan istrinya telah memiliki dua orang anak, masing-masing seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Sebelum kejadian tersebut, keduanya disebut sudah tidak tinggal serumah. AS tinggal bersama orang tuanya di wilayah 15 Kauman, Metro Pusat, sedangkan istrinya tinggal di rumah orang tuanya di wilayah Purwosari, Metro Utara.
Hingga berita ini diterbitkan, keterangan yang diperoleh media masih berasal dari pihak AS. Dugaan keberadaan pria lain di dalam rumah serta dugaan ancaman menggunakan senjata tajam tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait dan dibuktikan melalui proses hukum.
Atas peristiwa tersebut, AS menyatakan akan meminta perlindungan dan keadilan melalui jalur hukum serta menyerahkan proses selanjutnya kepada aparat penegak hukum. (*)












