KOTA METRO | lensanews.id
Pemerintah Kota Metro Menggelar Pasar Murah Dalam rangka Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di setiap Kecamatan seluruh Indonesia, adapun untuk kecamatan Metro Pusat berlangsung di Lapangan Samber Park Jalan Brigjen.Sutiyoso No.34 Metro Pusat- Kota Metro, Sabtu (30/08/2025).
Hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Metro, M.Rafieq Adi Pradana, Kadis KP3 Hery Wiratno, Kadis Perdagangan Sahry Ramadhan, Kadis Lingkungan Hidup Yery Ehwan, Kepala Bulog kota Metro, serta tamu undangan lainnya.
Wakil Walikota Metro M.Rafieq Adi Pradana menuturkan bahwa, sangat mengapresiasi kegiatan ini yang dilaksanakan serempak di setiap kecamatan seluruh Indonesia dan untuk kota Metro di gelar di lima kecamatan.
“Kegiatan Pasar Murah dalam rangka pengendalian inflasi tersebut akan dilaksanakan sampai akhir tahun 2025 ini,” ungkapnya.
“Hari ini ada beberapa komoditas yang disediakan yaitu beras, minyak makan ,gula pasir, telur ayam, bawang merah ,bawang putih, cabe rawit, dan cabe merah dengan harga yang sangat terjangkau dan stok yang cukup untuk masyarakat kota metro”, ucapnya.
Rafieq menambahkan,” Untuk harga berbagai komoditas itu ada beras dengan harga sebelas ribu empat ratus rupiah, minyak makan ada di lima belas ribu lima ratus, gula pasir tiga belas ribu perkilogram, telur ayam dua puluh enam ribu per kilogram, bawang merah tiga puluh ribu perkilogram, bawang putih tiga puluh empat ribu perkilo, cabe rawit tiga puluh ribu perkilo dan cabe merah tigapuluh empat ribu perkilo,” imbuhnya.
Tujuan pemerintah menggelar pangan murah adalah, pertama pengendalian inflasi sehingga harga barang tidak mudah untuk naik, yang kedua untuk memastikan ketahanan pangan sehingga masyarakat dapat mendapatkan bahan pokok,” tambahnya.
“Berdasarkan instruksi dari menteri tadi, Gerakan Pangan Murah dilakukan sampai akhir tahun, terkait gerakan Pangan murah,” tuturnya.
Sementara itu ditempat yang sama Kabid Ketahanan pangan DKP3 Kota Metro, Pipi Puspita Sari mengatakan, hari ini kita adakan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di lima kecamatan. Menurutnya Tonase beras SPHP dikeluarkan ada sepuluh ton, lalu ada, minyak kita dengan harga lima belas ribu lima ratus rupiah,untuk beras SPHP itu sebelas ribu empat ratus rupiah perkilogram.
“Lalu untuk gula ada subsidi lima ribu dari perdagangan ya, jadi harganya tiga belas ribu perkilo.” ucapnya.
“Pipi menambahkan tadi ada telur harganya dua puluh enam ribu,juga ada cabe dan bawang,” jelasnya.
“Seperti disampaikan melalui Zoom tadi, gerakan pangan murah ini dilakukan untuk menjaga kestabilan harga sampai bulan Desember,” pungkasnya, (Jjs).