KOTA METRO

Pembangunan Ekonomi Sosial Berkelanjutan, Jadi Pondasi Gelaran Musrenbang di Kelurahan Metro Selatan

77
×

Pembangunan Ekonomi Sosial Berkelanjutan, Jadi Pondasi Gelaran Musrenbang di Kelurahan Metro Selatan

Sebarkan artikel ini

Lensanews.id | KOTA METRO

Musrenbang, Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tahun 2026, Kecamatan Metro Selatan. Dengan Tema ” Penguatan Pembangunan Modal Manusia dan Modal Sosial sebagai pondasi Pembangunan Ekonomi Sosial Berkelanjutan”, yang berlangsung di Aula Kecamatan Metro Selatan, Selasa. (27/01/2026)

 

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Walikota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, Anggota DPRD Hadi Dapil Metro Selatan, Staf Ahli Walikota, Para Assisten Setda, segenap Kepala OPD, Camat Metro Selatan Kuswidaryanto, para lurah se-Kecamatan Metro Selatan, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

 

Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, dalam arahannya menyampaikan bahwa, Musrenbang Kecamatan Metro Selatan berjalan dengan baik dan partisipatif, yang sebelumnya Musrenbang di seluruh kelurahan telah dilaksanakan dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat dari tingkat paling bawah.

 

Namun demikian, Wakil Wali Kota Metro mengakui masih terdapat persoalan terkait kepesertaan BPJS Kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang tergolong tidak mampu tetapi belum terdata sebagai penerima bantuan.

 

Untuk itu ia meminta lurah, camat, dan pamong untuk terus memperbarui data masyarakat kurang mampu.

 

Rafieq juga menyoroti persoalan bantuan sosial yang masih mengalami ketidaktepatan sasaran yang disebabkan oleh perubahan sistem pendataan nasional yang kini menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di bawah Kementerian Sosial.

 

Terkait dengan tema Musrenbang tahun 2027, yaitu penguatan modal manusia dan modal sosial, Rafieq mengingatkan bahwa modal manusia dimulai dari kondisi masyarakat yang sehat dan terjamin akses kesehatannya.

 

Stunting masih menjadi pusat perhatian, dimana jumlah kasus di Kecamatan Metro Selatan tercatat sebanyak 36 kasus.

 

Selain modal manusia, Wakil Wali Kota Metro juga menekankan pentingnya modal sosial berupa kepedulian antarwarga, terutama apabila mengetahui adanya tetangga atau kerabat yang berhak menerima bantuan belum terdata.

 

Pada kesempatan yang sama, Rafieq berharap pembangunan Koprasi Merah Putih dapat tercapai di 22 kelurahan, supaya bisa mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat di seluruh kelurahan yang ada di Kota Metro.

 

Di irinya berharap Anggota DPRD yang hadir dapat menyampaikan, ” Solusi-solusi untuk persoalan fiskal yang ada di Kota Metro, salah satunya adalah bagaimana agar dapat menarik investor dan juga anggaran dari pusat untuk pemerintah daerah,” imbuhnya.

 

Sementara itu ditempat yang sama, Camat Metro Selatan, Kuswidaryanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa, kecamatan Metro Selatan, merupakan kawasan strategis di kota Metro yang terdiri dari empat kelurahan,Yakni Rejomulyo , Margodadi,Margorejo dan Sumbersari Bantul.

 

“Camat Metro Selatan juga melaporkan perkembangan program Koperasi Merah Putih yang telah direncanakan di empat kelurahan dengan lokasi dan luasan yang berbeda-beda,” ungkapnya.

 

Adapun lokasi Koperasi Merah Putih tersebut berada di Kelurahan Rejomulyo seluas 1.134 meter persegi, Kelurahan Margodadi seluas 900 meter persegi, Kelurahan Sumbersari Bantul seluas 816 meter persegi, dan Kelurahan Margorejo seluas 852 meter persegi.

 

“Dari empat kelurahan tersebut, Kuswidaryanto menyampaikan bahwa Kelurahan Rejomulyo telah melampaui target kriteria yang ditetapkan dalam rencana pembangunan gedung Koperasi Merah Putih,” ucapnya.

 

Dirinya juga memaparkan sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan di Kecamatan Metro Selatan, di antaranya tanam padi serentak bersama petani mitra Adhyaksa di Kelurahan Sumbersari Bantul beberapa bulan lalu.

 

“Kami juga melakukan sosialisasi dan pembentukan pengurus Koperasi Merah Putih di setiap kelurahan, pembinaan LINMAS, penertiban rumah kos, serta upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, “paparnya.

 

Untuk tahun perencanaan berikutnya, Camat Metro Selatan tersebut menyampaikan bahwa usulan prioritas pembangunan dibagi ke dalam tiga bidang utama, yaitu bidang perekonomian, sosial budaya, dan fisik.

 

“Pada bidang perekonomian, Kelurahan Rejomulyo mengusulkan bantuan bibit ikan air tawar dan terpal HDPE untuk Pokdakan Mina Sejahtera, serta bantuan kolam bioflok dan pompa celup untuk KLP Mina Makmur, ” katanya.

 

Sementara itu, Kelurahan Margodadi mengajukan hibah handsprayer elektrik, bantuan pakan dan bibit pertanian, serta hibah gabah guna mendukung produktivitas petani.

 

“Sedangkan Kelurahan Sumbersari Bantul mengajukan perbaikan jalan rusak untuk kelompok tani Maju Perkasa, Sri Makmur, dan Makmur, ” ujarnya.

 

Pada bidang sosial budaya, Kelurahan Rejomulyo mengusulkan pemeliharaan sarana dan prasarana poskeskel dan posyandu, serta pembangunan jamban posyandu.

 

Kelurahan Margodadi mengajukan pembangunan ruang marbot dan kamar mandi atau WC Mushola Al-Huda, sedangkan Kelurahan Margorejo mengusulkan pembangunan kamar mandi untuk Posyandu Dahlia dan Bunga Tanjung.

 

Sementara pada bidang fisik, Kelurahan Rejomulyo mengusulkan penyediaan lampu jalan, rehabilitasi Jalan Patimura II, serta pembangunan drainase di Jalan Budi Utomo.

 

“Kelurahan Margodadi mengusulkan rehabilitasi Jalan Pingled serta pembangunan drainase dan gorong-gorong di Jalan Nusantara,

 

sedangkan Kelurahan Margorejo mengajukan rehabilitasi Jalan Kapten Tendean dan pembangunan drainase serta gorong-gorong di Jalan Nusantara dan perbaikan jalan kencana Indah, “jelasnya.

 

“Lebih lanjut, Kelurahan Sumbersari Bantul mengusulkan, pembangunan jalan hotmix di Jalan Husodo serta peningkatan Jalan Gembira,” pungkasnya, (Jjs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *