PANDEGLANG

Nasib Warga Surianeun harus Rela Tinggal di Emperan, Usai Rumahnya Ludes Terbakar Api

50
×

Nasib Warga Surianeun harus Rela Tinggal di Emperan, Usai Rumahnya Ludes Terbakar Api

Sebarkan artikel ini

PANDEGLANG | lensanews.id 

Sepasang suami istri lansia, Bapak Kanang (61) dan Ibu Arni (58), harus tinggal di emperan setelah rumah mereka di Kampung Dungushaur. RT/RW 018-004 Desa Surianeun, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, ludes terbakar api pada Bulan Suci Ramadhan 2026 lalu.

 

Kebakaran terjadi diduga akibat korsleting listrik. Seperti disampaikan Kepala Desa Surianeun, M. Rizali Asukron, S. Kom kepada media ini, pekan lalu.

 

Semenjak kejadian itu kata Rizali, pihaknya tengah berupaya mencari solusi untuk membantu korban. Bahkan proposal permohonan bantuan pun ia buatkan. Selain itu, koordinasi terus dilakukannya dengan pemerintahan Kecamatan Patia dan pihak-pihak terkait di Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

 

Ia berharap warganya yang menjadi korban rumah terbakar agar segera memiliki tempat tinggal kembali seperti semula.

 

Namun demikian pihaknya pun tidak akan tinggal diam, dan akan membantu beban korban dalam hal pembangunan rumahnya. Tentu anngarannya Dana Desa (DD).

 

“Sudah kewajiban pemerintah desa membantu warganya yang terkena musibah. Untuk masalah ini kami akan bantu beban korban pada saat pembangunan rumah. Adapun anggarannya sudah pasti dari Dana Desa (DD),” ucapnya.

 

Sementara korban, hingga kini masih berharap adanya bantuan dari dermawan ataupun donatur agar dirinya segera bisa membangun rumahnya kembali. Mengingat saat ini untuk sementara ia harus rela tinggal di emperan rumah milik anaknya menggunakan penutup dinding seadanya, seperti baliho atau sepanduk bekas.

 

“Ya mau gimana lagi, termasuk untuk alas tidur pun kami menggunakan sepanduk bekas, ” tukas Bapak Kanang

 

Ia juga tidak menampik rezeki yang ada usai peristiwa rumahnya luluh lantak dihantam si jago merah. Ada juga dermawan yang membantu biaya kebutuhan sehari- hari.

 

Termasuk dari Pemerintah Kecamatan Patia melalui Kampung Siaga Bencana (KSB) yang di pimpin langsung oleh Camat Patia (Supratman,Spd).

 

Tidak hanya itu bantuan juga datang dari Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Pandeglang serta unsur lainnya yang tidak bisa di sebutkan satu persatu. Bantuan yang diberikan berupa ; paket sembako, terpal, kasur lipat (Matras) dan perlengkapan dapur. T

 

Tidak hanya itu bantuan juga datang dari Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Pandeglang serta unsur lainnya yang tidak bisa di sebutkan satu persatu.

 

“Saya sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan pihak – pihak terkait, yang telah memberikan sebagian rizkinya membantu meringankan beban hidup kami sekeluarga,” Timpalnya

 

Diakhir percakapannya, terbersit harapan jika dirinya ingin sekali dikunjungi Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang.

 

“Harapan saya sih selain memiliki tempat tinggal yang layak seperti dulu, saya juga berharap kedatangan Bu Haji Dewi dan Bapak Iing yang berkenan berkunjung kesini, siapa tahu dengan datang kesini ada rasa empati beliau dan juga dapat membantu kesulitan saya dan keluarga yang terdampak musibah ini,” Pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *