KOTA METROPOLITIK

Metro Darurat Fiskal dan Sampah, Sudarsono Siap Perjuangkan Keluhan Masyarakat Karangrejo

8
×

Metro Darurat Fiskal dan Sampah, Sudarsono Siap Perjuangkan Keluhan Masyarakat Karangrejo

Sebarkan artikel ini

KOTA METRO | lensanews.id 

Reses Anggota DPRD Kota Metro Daerah Pemilihan Metro Utara, Sudarsono Fraksi Partai Gerindra, serap aspirasi masyarakat Karangrejo, yang berlangsung di TPAS Karang Rejo, Metro Utara, Kota Metro, Rabu (13/05/2026).

 

Masalah sampah menjadi Persoalan besar bagi pemerintah kota Metro, setelah TPA Karang Rejo Metro Utara resmi diminta ditutup oleh Kementerian lingkungan hidup.

 

Masyarakatpun tegas, kalau masih dibuang ke sini, masyarakat siap menduduki lokasi TPA.

 

Terpantau hadir dalam acara tersebut, Anggota DPRD Kota Metro Fraksi Partai Gerindra, Sudarsono, Wakil Ketua Il DPRD Kota Metro Abdulhak, Kepala Dinas LH, Suwandi,Kepala Bapperida Yery Ehwan, Tokoh pemuda, Tokoh Masyarakat dan Ketua Rw/Rt, serta tamu undangan lainnya.

 

Dalam sambutannya, Sudarsono, siap mendukung masyarakat dan berusaha memperjuangkan masyarakat Karangrejo agar TPAS tersebut tidak beroperasi lagi dan mulai 1 Agustus 2026 agar ditutup.

 

Menurutnya Masyarakat malu menerima tamu karena rumahnya banyak lalat, bau menyengat juga terus dirasakan oleh masyarakat.

 

Lanjutnya, kalau TPAS masih dibuka dan sampah masih di buang kesini masyarakat siap menduduki lokasi TPA,” ujarnya.

 

Suwantara, salah satu warga menyampaikan, sangat berharap agar TPAS Karang Rejo tidak lagi beroperasi diwilayahnya karena imbas bau sampah tersebut sangat menyengat dan penuh lalat yang berbahaya yang menyebabkan penyakit dan merugikan masyarakat.

 

Ia juga mempertanyakan janji janji terkait penerangan jalan dan bantuan vitamin serta pelayanan BPJS bagi warga sekitar TPAS.

 

Sementara itu, Abdulhak wakil Ketua II DPRD Kota Metro, juga berharap agar pemerintah kota Metro mengambil langkah langkah kongkrit terkait permasalahan TPAS, sebelum tenggang waktu yang diberikan oleh kementerian lingkungan hidup berakhir pada bulan Agustus.

 

Abdulhak berharap pemerintah agar melakukan langkah yang cepat mencari lokasi baru dan sistem pengelolaan yang lebih ramah lingkungan,” pungkasnya.

Pewarta : Jjs

Editor : Indra AR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *