LEBAK

Laporan Fisik RJIT di Wanasalam Tuntas, Faktanya Molor ke 2026, Ini Kata Kabid Sarpras Pertanian Lebak

21
×

Laporan Fisik RJIT di Wanasalam Tuntas, Faktanya Molor ke 2026, Ini Kata Kabid Sarpras Pertanian Lebak

Sebarkan artikel ini

Lensanews.id | LEBAK 

Program pemanfaatan lahan nonrawa yang dibarengi Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Desa Cipucang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, kembali menjadi perhatian publik. Kamis. (5/2/2026)

 

Kegiatan yang tercatat dalam Tahun Anggaran (TA) 2025 tersebut dilaporkan telah menyerap anggaran 100 persen, namun realisasi pekerjaan fisiknya masih berlanjut hingga Januari 2026.

 

Program yang bersumber dari APBN TA 2025 ini dilaksanakan oleh sejumlah kelompok tani, di antaranya Poktan Bangkong Reang Satu dan Poktan Bangkong Reang Dua ,secara administrasi dinyatakan selesai pada akhir tahun 2025.

 

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius terkait kesesuaian antara laporan keuangan dan realisasi fisik kegiatan. Publik menilai terdapat celah akuntabilitas ketika anggaran dinyatakan tuntas, sementara pelaksanaan pekerjaan melewati batas waktu tahun anggaran yang telah ditetapkan.

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Itan Oktarianto, menjelaskan bahwa pencairan anggaran telah dilakukan sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku dan telah dipertanggungjawabkan melalui Surat Pertanggungjawaban (SPJ) pada akhir 2025.ujarnya kepada media saat di konfirmasi di ruang kerjanya belum lama ini.

 

“Dalam juknis disebutkan bahwa apabila progres pekerjaan telah mencapai lebih dari 50 persen, maka anggaran dapat dicairkan 100 persen meskipun pekerjaan belum sepenuhnya selesai,” ujarnya.

 

Namun demikian, mekanisme tersebut dinilai tetap memerlukan pengawasan ketat, khususnya untuk memastikan penyelesaian pekerjaan tepat mutu dan tepat waktu.

 

Keterlambatan penyelesaian fisik di luar tahun anggaran dinilai berpotensi mencederai prinsip transparansi dan efektivitas penggunaan anggaran negara, terutama pada program yang menyentuh langsung kepentingan petani dan infrastruktur dasar pertanian. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *