PALEMBANG | lensanews.id
Menjelang Hari Raya Idul Adha, stok sapi kandang penjualan mulai menipis. Salah satu peternak yang bernama ; DEMANG FARM” termasuk pedagang sapi khusus Bali di Kota Palembang mengungkapkan bahwa sejak awal tahun, permintaan terus meningkat hingga stok berkurang signifikan.
Ahmad Zaki Owner Demang Farm Ia menjelaskan, pada awal masuk _”kandang Demang Farm”_ sekitar pertengahan Januari lalu, pihaknya mendatangkan sekitar 200 ekor sapi. Namun, seiring tingginya permintaan dari Petani Sapi maupun pedagang lain, jumlah tersebut kini tersisa sekitar 50 ekor.
“Awal masuk sekitar 200 ekor, sekarang tinggal sekitar 50 ekor.
Banyak yang sudah diambil pedagang maupun Petani Sapi langsung,” ujarnya.
Di Demang Farm, sapi yang dijual didominasi sapi Bali asli, bukan sapi Bali Kupang / Blesteran Harga pun disesuaikan dengan bobot yang ditimbang secara langsung menggunakan timbangan digital, guna menghindari praktik perkiraan yang tidak akurat yang Akan Merugikan Pembeli.
Untuk bobot sekitar 250 kilogram, harga di kisaran Rp 20 juta. Kita tidak tebak-tebakan, semua ditimbang langsung secara digital,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan, untuk sapi dengan bobot lebih kecil, seperti 180 hingga 200 kilogram, harga bisa berada di kisaran Rp 15 juta hingga Rp 16 jutaan.
Sementara untuk Sapi Bali Asli berukuran besar, dengan bobot mencapai sekitar 600 kilogram, harga tertinggi berada di kisaran Rp 50 juta hingga Rp 55 juta.
Rata-rata di _”Kandang Demang Farm”_ tidak sampai di atas Rp 60 juta, itu untuk bobot besar 600 kilo up, dan Akan Bertambah Beratnya Dengan SOP Makan Yang Berkualitas Estiamasi Penambahan 1/2 hari = 1kg Untuk sapi Bali asli,” tambahnya.
Jaminan Kesehatan Sapi Jadi Prioritas
Dalam menjaga kualitas, pihaknya memastikan seluruh sapi yang masuk kandang telah melalui proses pemeriksaan kesehatan secara ketat, termasuk vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta pemberian obat cacing melalui suntikan.
Kita sudah vaksin PMK, lalu juga diberikan obat cacing suntik. Ada dokter hewan yang rutin memantau kondisi sapi,” ungkapnya.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi fisik hingga kotoran sapi, guna memastikan tidak ada indikasi penyakit.
“Kalau ada yang tidak normal, langsung kita konsultasikan dengan dokter. Jadi kesehatan sapi benar-benar kita jaga,” katanya.
Stok Akan Ditambah Langsung dari Petani
Meski stok saat ini menipis, ia memastikan ketersediaan sapi Insyaallah akan tetap ada hingga Idul Adha. Jika stok habis, pihaknya akan langsung mengambil sapi dari petani di Bali, bukan dari tempat penampungan.
“Kalau habis, kita langsung ke petani di Bali. Jadi bisa dapat harga lebih baik dan juga membantu pedagang lain di Palembang,” jelasnya.
Tekankan Kejujuran dalam Berdagang
Ia juga mengimbau para pedagang sapi untuk mengedepankan kejujuran dalam berjualan, terutama dalam hal penentuan bobot dan kualitas sapi.
“Jangan menipu atau tebak-tebakan. Apalagi pembeli dari masjid, mereka ingin yang terbaik untuk ibadah. Jadi harus fair,” tegasnya Kandang Demang FARM Palembang.
Selain itu, kualitas pakan juga harus diperhatikan agar hasil daging tetap baik dan tidak berair saat dipotong.
Kandang “Demang Farm” ikuti arahan dari dinas peternakan, supaya hasilnya bagus dan tidak mengecewakan,” pungkasnya. (Hari)












