LAMPUNG TIMUR

Debu Proyek Jalan Bumi Jawa–Tanjung Kesuma Dikeluhkan Warga, Penyiraman Dinilai Tak Maksimal

89
×

Debu Proyek Jalan Bumi Jawa–Tanjung Kesuma Dikeluhkan Warga, Penyiraman Dinilai Tak Maksimal

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG TIMUR | lensanews.id 

Perbaikan Ruas Jalan Bumi Jawa–Tanjung Kesuma, Lampung Timur, mulai menuai keluhan dari masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pekerjaan.

 

Warga mengeluhkan debu yang beterbangan saat kendaraan melintas di badan jalan yang tengah dalam proses pengerjaan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan dan aktivitas masyarakat, terutama warga yang rumahnya berada di sepanjang ruas jalan.

 

Sebagai bentuk protes, sejumlah warga bahkan memasang plang di sekitar lokasi pekerjaan, Sabtu (22/8/2026).

 

Salah seorang warga Bumi Jawa, MN, mengatakan pemasangan plang tersebut merupakan bentuk protes atas kondisi debu yang dinilai semakin mengganggu. Rumahnya yang berada tepat di depan ruas jalan membuat dampak debu dirasakan hampir setiap hari.

 

“Ini sebagai bentuk protes saya. Di depan rumah saya sudah banyak debu. Jalan ini disiram hanya sekali sehari, jam 12 baru disiram. Itu pun air yang keluar seperti kencing kuda,” ujar MN.

 

Menurut dia, penyiraman jalan yang dilakukan belum cukup untuk mengendalikan debu. Saat badan jalan kembali mengering dan kendaraan melintas, debu kembali beterbangan hingga masuk ke lingkungan rumah warga.

 

MN menegaskan, warga pada prinsipnya mendukung perbaikan jalan tersebut. Namun, dukungan terhadap pembangunan, kata dia, harus diikuti dengan perhatian terhadap dampak yang ditimbulkan selama pekerjaan berlangsung.

 

“Kalau jalan diperbaiki, kami tentu mendukung. Tetapi masyarakat yang tinggal di sini juga harus diperhatikan. Jangan sampai kami setiap hari terganggu debu,” katanya.

 

Keluhan serupa disampaikan YM. Ia mengatakan debu dari aktivitas pekerjaan cukup mengganggu warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lokasi.

 

“Debunya sangat mengganggu. Kita mendukung jalan ini diperbaiki, tetapi selama proses pengerjaan seperti ini masyarakat juga harus diperhatikan. Jangan sampai setiap hari harus menghirup debu,” ungkap YM.

 

YM berharap penyiraman dilakukan lebih rutin dan merata, terutama ketika kondisi badan jalan kering dan intensitas kendaraan yang melintas meningkat.

 

Warga berharap pihak pelaksana pekerjaan bersama pemerintah daerah dapat mengevaluasi pola pengendalian debu di lokasi. Penyiraman secara berkala dinilai penting agar debu tidak terus beterbangan dan mengganggu rumah serta aktivitas masyarakat.

 

Warga juga menegaskan pemasangan plang tersebut bukan bentuk penolakan terhadap pembangunan. Mereka justru berharap perbaikan Ruas Jalan Bumi Jawa–Tanjung Kesuma dapat berjalan sesuai rencana, tanpa mengabaikan kenyamanan masyarakat yang terdampak selama proses pekerjaan.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana pekerjaan belum memberikan keterangan terkait keluhan warga mengenai debu maupun pola penyiraman di lokasi.

 

Masyarakat berharap pekerjaan jalan tetap berjalan dengan baik, disertai langkah pengendalian debu yang lebih maksimal sehingga pembangunan dapat memberikan manfaat tanpa menimbulkan gangguan berlebihan bagi warga sekitar. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *