KOTA METRONEWSTNI & POLRI

Danrem 043/Gatam Letakkan Batu Pertama Pembangunan Tiga Jembatan Beton, Dua Titik Berada di Kota Metro

118
×

Danrem 043/Gatam Letakkan Batu Pertama Pembangunan Tiga Jembatan Beton, Dua Titik Berada di Kota Metro

Sebarkan artikel ini

KOTA METRO | lensanews.id

Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam (Gatam), Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., meletakkan batu pertama pembangunan dan rehabilitasi jembatan beton tahap VIII di wilayah Korem 043/Gatam. Kegiatan yang mengusung tema “TNI AD Hadir untuk Rakyat” tersebut dipusatkan di Jalan Stadion, Kelurahan Tejosari, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Selasa (27/10/2026).

Program pembangunan dan rehabilitasi tersebut mencakup tiga titik jembatan, yakni di Kelurahan Tejosari dan Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, serta Jembatan Beton Jaya Sakti di Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah.

Pembangunan dan rehabilitasi jembatan ini diarahkan untuk meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung aktivitas sosial, pendidikan, dan perekonomian warga. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas infrastruktur yang dibutuhkan publik.

Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki hadir didampingi Kasrem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto, S.E., M.Tr., Kasiren Korem 043/Gatam Kolonel Inf Yogi Bahtiar, S.Kom., M.B.A., serta para kepala seksi di lingkungan Korem 043/Gatam.

Turut hadir mewakili Wali Kota Metro, Asisten II Setda Kota Metro Dr. Kusbani, S.Pd., M.Pd.; Dandim 0411/LT Letkol Inf Noval Darmawan, S.H., M.I.P.; perwakilan Polres Metro, Kejaksaan Negeri Kota Metro, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Metro.

Hadir pula jajaran Kodim 0411/LT, Kapolsek Metro Timur IPTU R. Sumantri, S.H., Camat Metro Timur Ferry Handono, S.IP., Lurah Tejosari Rinto, S.IP., tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, dan masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan sembako kepada perwakilan masyarakat Kelurahan Tejosari. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi jembatan beton tahap VIII.

Tiga Titik Jembatan Jadi Sasaran

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tiga titik pembangunan dan rehabilitasi jembatan meliputi:

Pertama, Jembatan Beton Kelurahan Tejosari, Kota Metro. Jembatan yang direhabilitasi ini memiliki panjang 12 meter dan lebar 3,5 meter. Infrastruktur tersebut diproyeksikan memberikan manfaat bagi 1.252 kepala keluarga (KK), atau sekitar 3.945 jiwa.

Kedua, Jembatan Beton Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro. Jembatan dengan panjang 27 meter dan lebar 5,1 meter ini tercatat memiliki sasaran penerima manfaat sebanyak 4.341 KK, atau sekitar 13.696 jiwa.

Ketiga, Jembatan Beton Jaya Sakti, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah. Jembatan dengan panjang 18 meter dan lebar 2 meter tersebut diproyeksikan memberikan manfaat bagi 350 KK, atau sekitar 1.000 jiwa.

Untuk dua lokasi di Kota Metro, pekerjaan yang dilaksanakan berupa rehabilitasi jembatan. Perbaikan difokuskan pada penguatan pondasi agar konstruksi lebih kokoh dan mampu menunjang kebutuhan mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.

Danrem: Infrastruktur Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Dalam keterangannya, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat.

“Pada hari ini kita hadir, berkolaborasi dan bersinergi dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan jembatan beton yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Metro. Ada dua lokasi, yaitu di Kelurahan Iringmulyo dan Kelurahan Tejosari, Kecamatan Metro Timur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut berkaitan dengan program pembangunan infrastruktur yang bertujuan memperkuat aksesibilitas masyarakat. Menurutnya, Pemerintah Kota Metro telah mengusulkan sejumlah titik yang dinilai membutuhkan penanganan, dengan dua lokasi berada di Kota Metro dan satu lokasi lainnya di Kabupaten Lampung Tengah.

“Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara unsur pekerjaan umum (PU), TNI, dan pihak terkait lainnya,” kata Sumarlin.

Ia menambahkan, penentuan lokasi pembangunan maupun rehabilitasi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi infrastruktur di lapangan. Sejumlah lokasi menjadi perhatian karena akses jembatannya belum memadai atau mengalami kerusakan sehingga perlu diperbaiki.

“Pekerjaan ini merupakan rehabilitasi untuk memperkuat pondasi agar jembatan lebih kokoh dan mampu bertahan lebih lama. Saat ini kita mencari titik-titik yang krusial,” jelasnya.

Danrem berharap, perbaikan jembatan tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat, terutama dalam memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas sehari-hari.

Menurutnya, keberadaan jembatan yang layak bukan sekadar sarana penghubung antarlokasi, melainkan juga infrastruktur penting untuk membuka akses masyarakat terhadap berbagai layanan dan pusat kegiatan ekonomi.

Ia juga menyoroti pentingnya konektivitas antardaerah, termasuk akses yang menghubungkan Kota Metro dengan wilayah Kabupaten Lampung Timur.

Perkuat Akses dan Dorong Aktivitas Ekonomi Warga

Pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi jembatan tahap VIII di wilayah Korem 043/Gatam diharapkan mampu meningkatkan kelancaran transportasi serta memperkuat hubungan antarkawasan.

Bagi masyarakat, keberadaan jembatan yang aman dan layak menjadi faktor penting dalam menunjang perjalanan menuju sekolah, tempat kerja, pusat perdagangan, serta berbagai fasilitas pelayanan publik.

Melalui kolaborasi TNI dan pemerintah daerah, program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat yang menjadi penerima manfaat.

Dengan dimulainya pekerjaan di tiga titik tersebut, masyarakat menantikan pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi yang sesuai dengan perencanaan teknis, standar keselamatan konstruksi, serta ketentuan yang berlaku agar infrastruktur yang dibangun benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal.

(Jjs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *