TAPANULI SELATAN | LENSANEWS.ID
Kepolisian Resor Tapanuli Selatan terus memperkuat pembinaan terhadap generasi muda melalui pendekatan edukatif di lingkungan sekolah. Hal tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan upacara bendera sekaligus pembinaan dan penyampaian pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di SMP Negeri 1 Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (5/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Anton Santoni, SIK, MM diwakili Kasat Binmas Polres Tapanuli Selatan IPTU Taufik Manulang yang bertindak sebagai pembina upacara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri mempererat hubungan kemitraan dengan dunia pendidikan sekaligus memberikan pembinaan kepada para pelajar agar tumbuh sebagai generasi yang disiplin, beretika, bertanggung jawab dan taat terhadap aturan hukum.
Upacara diikuti Kasat Binmas IPTU Taufik Manulang, AIPTU Ardiansyah Harahap, AIPDA Erich S. Hasibuan, Kepala SMP Negeri 1 Angkola Timur Lannaseri Rangkuti, S.Pd., para guru dan tenaga kependidikan, serta seluruh siswa-siswi SMP Negeri 1 Angkola Timur.
Dalam amanatnya, IPTU Taufik Manulang menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai salah satu fondasi utama dalam membentuk karakter dan meraih keberhasilan di masa depan.
Ia mengingatkan para siswa agar menerapkan disiplin, bukan hanya ketika berada di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Disiplin adalah salah satu kunci kesuksesan. Belajarlah dengan tekun, patuhi aturan, serta hormati guru dan orang tua. Jadilah pelajar yang dapat membanggakan keluarga, sekolah dan bangsa,” ujar IPTU Taufik Manulang.
Ia juga mengajak para pelajar untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, terus menuntut ilmu serta mulai menanamkan cita-cita sejak dini sebagai bagian dari proses membangun masa depan.
Selain pembinaan karakter, Kasat Binmas turut menyampaikan sejumlah pesan Kamtibmas, khususnya terkait keselamatan berlalu lintas. Para pelajar diingatkan untuk senantiasa menggunakan helm ketika berkendara dan tidak mengemudikan kendaraan bermotor apabila belum memenuhi persyaratan hukum, termasuk belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) atau masih berada di bawah umur.
Pesan serupa disampaikan terkait pencegahan kenakalan remaja, tawuran, penyalahgunaan narkoba, minuman keras dan perjudian. Para siswa juga diingatkan untuk menjauhi segala bentuk perundungan atau bullying terhadap sesama.
“Mari kita saling menghargai, menerima perbedaan dan tidak melakukan perundungan terhadap teman. Kita harus saling merangkul dan menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman, nyaman dan kondusif,” tegasnya.
IPTU Taufik Manulang juga menyoroti perkembangan teknologi informasi dan internet yang saat ini telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan generasi muda.
Menurutnya, kemajuan teknologi memiliki banyak manfaat apabila digunakan secara bijak. Namun, pada saat yang sama, perkembangan tersebut juga dapat membawa dampak negatif apabila tidak disertai kemampuan menyaring informasi dan pengendalian diri.
Karena itu, para pelajar diminta menggunakan media sosial secara cerdas dan bertanggung jawab. Setiap informasi yang diterima, kata dia, harus terlebih dahulu disaring dan diverifikasi sebelum disebarluaskan.
“Gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif, untuk belajar, berkarya dan meraih prestasi. Jangan sampai media sosial justru menjadi sarana penyebaran berita bohong, ujaran kebencian atau provokasi yang dapat memecah persatuan,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Tapanuli Selatan berharap komunikasi dan sinergi antara kepolisian dengan lingkungan pendidikan semakin kuat. Pembinaan sejak usia sekolah dinilai penting untuk membangun kesadaran hukum, kedisiplinan dan karakter positif sebagai bekal para pelajar menghadapi perkembangan zaman.
Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif.
Reporter: Syahril Tanjung












