PALEMBANG

Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si. Ditargetkan Bawa Unsri Lebih Berdampak Melalui Status PTNBH

15
×

Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si. Ditargetkan Bawa Unsri Lebih Berdampak Melalui Status PTNBH

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG | lensanews.id 

Universitas Sriwijaya (Unsri) berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan potensi otonomi akademik setelah menyandang status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Langkah strategis ini diwujudkan melalui penguatan kurikulum yang dinamis serta kesiapan menyukseskan berbagai program strategis pemerintah, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga program kemaslahatan publik lainnya.

 

Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa muatan kurikulum di perguruan tinggi harus bergerak dinamis guna merespons cepat kebutuhan industri dan perkembangan zaman. Sejalan dengan visi kementerian, institusi pendidikan tinggi dituntut untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

 

“Kami diarahkan agar perguruan tinggi itu berdampak. Unsri terus berusaha agar para alumni yang dihasilkan benar-benar relevan dengan dinamika serta kebutuhan dunia kerja saat ini. Oleh karena itu, peninjauan kurikulum secara garis besar kami lakukan berkala setiap empat tahun, namun penyesuaian secara mendalam dapat disegerakan setiap semester,” ujar Prof. Taufiq Marwa di Palembang.

 

Terkait dengan program strategis pemerintah seperti ketahanan pangan dan energi, Unsri menegaskan tidak harus selalu mengambil langkah konvensional dengan membuka program studi (prodi) baru. Kampus memilih jalur inovatif dan efisien dengan mengoptimalisasikan kapasitas keilmuan prodi yang sudah ada.

 

Fakultas Pertanian akan dioptimalkan secara penuh untuk menyokong pilar ketahanan pangan nasional, sementara Fakultas Teknik dikerahkan untuk melahirkan inovasi di bidang ketahanan energi. Kendati demikian, pihak rektorat tidak menutup kemungkinan untuk melakukan ekspansi akademik jika urgensinya dinilai tinggi.

 

“Kita bisa mengoptimalkan prodi-prodi yang sudah ada. Tapi kalau memang ke depan dirasakan sangat diperlukan, mengapa tidak? Kita kini mempunyai otonomi akademik yang luas setelah berstatus PTNBH,” imbuh Rektor Unsri tersebut.

 

Menyinggung peluang keterlibatan kampus dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah, Unsri menyatakan keterbukaan dan kesiapannya dari aspek pemikiran dan keahlian sektoral. Unsri saat ini telah memiliki modalitas akademik yang kuat, salah satunya melalui program studi Gizi serta keilmuan rumpun kesehatan dan lingkungan yang kompeten untuk memberikan kontribusi terbaik bagi program tersebut.

 

Di sisi lain, pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini, Universitas Sriwijaya resmi menerima sebanyak 3.899 calon mahasiswa, atau sekitar 14 persen dari total keseluruhan pendaftar. Dari jumlah tersebut, tercatat lebih dari 30 persen mahasiswa baru mengajukan diri sebagai pendaftar program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

 

Prof. Taufiq Marwa menegaskan bahwa pihak universitas akan melakukan proses verifikasi dan peninjauan lapangan (cross-check) secara ketat dan transparan guna memastikan bantuan pendidikan dari pemerintah tersebut tepat sasaran. Hal ini merespons regulasi kementerian yang menyatakan bahwa tidak seluruh pendaftar otomatis memenuhi kriteria kelayakan (eligible).

 

“Kita akan verifikasi kembali secara detail siapa-siapa saja yang memang berhak dan layak menerima KIP Kuliah. Ini adalah bagian dari tanggung jawab moral kita agar hak masyarakat kurang mampu tetap terlindungi,” pungkasnya.

Penulis : Hari

Editor : Indra AR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *