LEBAK, BANTEN | lensanews.id
Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi sejak dini, PT Souvenhostel Cipta Persada menggelar kegiatan edukasi kewirausahaan bagi para santri di Pondok Pesantren Al-Qudsu, Parungsari, Sajira, Kabupaten Lebak, pada Rabu 22/02/2026
Acara ini diikuti oleh 90 peserta dari santri dan guru dengan antusiasme tinggi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ustadz Andri Mahbuby selaku pengasuh Pondok Pesantren Al-Qudsu, bersama Litar Suryadi, CEO PT Souvenhostel Cipta Persada. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap fasilitas belajar mengajar di pesantren, acara diawali dengan penyerahan bantuan meja belajar secara simbolis untuk para santri.
Dalam sesi utama, Direktur Marketing PT Souvenhostel Cipta Persada, Suherman, membagikan kisah perjalanan panjang perusahaan dalam mengarungi dinamika ekonomi. Ia menekankan pentingnya mentalitas pantang menyerah, terutama saat perusahaan berhasil bertahan dan tetap eksis melewati masa sulit pandemi COVID-19.
“Pengalaman adalah guru terbaik. Kami ingin para santri memahami bahwa tantangan ekonomi bukanlah penghalang, melainkan peluang untuk berinovasi,” ujar Suherman di hadapan para santri.
Sesi terakhir berfokus pada materi praktis mengenai peluang usaha yang dapat dirintis sejak bangku sekolah. Selain strategi bisnis, PT Souvenhostel yang bergerak di bidang manufaktur kosmetik juga memberikan edukasi mengenai cara memilih produk kosmetik yang aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan, sebagai bagian dari literasi konsumen bagi generasi muda.
Kegiatan berlangsung interaktif, terbukti dengan sesi tanya jawab yang dinamis. Tiga santri terpilih menunjukkan ketertarikan mendalam dengan melontarkan pertanyaan strategis seputar langkah awal memulai usaha di lingkungan pesantren.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan kegiatan berkeliling (tour) meninjau lokasi Pondok Pesantren Al-Qudsu yang memiliki luas lahan 1,35 hektar. Melalui kunjungan ini, PT Souvenhostel Cipta Persada berharap dapat terus menjalin silaturahmi dan berkontribusi dalam mencetak wirausahawan muda dari kalangan santri (santripreneur) yang berakhlak dan berdaya
saing.*(Apih )












