PANDEGLANG | lensanews.id
RSUD Berkah Pandeglang dikabarkan kehilangan kepercayaan masyarakat karena beberapa masalah, seperti pelayanan dan fasilitas kesehatan yang kurang memadai, serta kesulitan keuangan yang berdampak pada pembelian obat untuk pasien.
Banyak pasien BPJS yang mengalami kesulitan mendapatkan obat di rumah sakit ini, bahkan harus membelinya dari luar. Kondisi ini membuat masyarakat Pandeglang merasa tidak puas dengan pelayanan RSUD Berkah.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa pelayanan perawat dan tim medis di RSUD Berkah kurang baik, sehingga membuat pasien merasa tidak nyaman. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa rumah sakit ini lebih baik dibubarkan saja karena tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Memang benar sih pak jika RSUD Berkah banyak dipergunjingkan masyarakat soal pelayanan dan fasilitasnya buruk, tidak maksimal,” ujar beberapa warga yang mengaku asal Kecamatan Cimanggu Pandeglang, Kamis (26/03/2026)
Hal serupa di alami juga oleh salah warga kelurahan kadomas kecamatan pandeglang,
“Ketika masuk IGD tidak langsung di tangani, pas di tegur baru melakukan infus dan kami minta rujuk ke RS Banten seolah di persulit dan alot,” ujar salah satu keluarga pasien.
Dari pantauan media ini, kondisi RSUD Berkah Pandeglang terlihat sepi pasien, dan tim medis tidak terlihat intens beraktivitas. Bahkan lahan parkir kendaraan pun terlihat kosong melompong.
Hingga berita ini ditayangkan Direktur RSUD Berkah, dr. Firman, belum memberikan tanggapan terkait masalah ini. ( Yd)












