BOGOR

Kabupaten Bogor Jadi Fokus Intervensi Pusat untuk Percepatan Eliminasi TBC

24
×

Kabupaten Bogor Jadi Fokus Intervensi Pusat untuk Percepatan Eliminasi TBC

Sebarkan artikel ini

lensanews.id | BOGOR 

Kabupaten Bogor ditetapkan sebagai salah satu kabupaten fokus intervensi oleh Pemerintah Pusat dalam percepatan eliminasi TBC. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan RI dan Wakil Menteri Dalam Negeri RI, yang berlangsung di gedung serbaguna 1 Setda, Cibinong, kamis (26/2/2026).

 

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor Eva Rudy Susmanto, Kadis Kesehatan Kabupaten Bogor dr. Fusia Meidiawaty dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dr. Fusia Meidiawaty menegaskan, pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam percepatan eliminasi TBC di Kabupaten Bogor. Dengan melibatkan kade diseluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Bogor serta optimalisasi peran 5.000 posyandu yang tersebar diseluruh Kabupaten Bogor.

 

“Mari kita bersama terus bahu-membahu dalam upaya menurunkan kasus TBC di Kabupaten Bogor. Kehadiran Wamenkes dan Wamendagri, menjadi motivasi dan spirit bagi kami untuk mempercepat eliminasi TBC di Kabupaten Bogor,” kata dr. Fusia.

 

Ia melanjutkan, saat ini 101 puskesmas, 4 RSUD, rumah sakit pusat dan vertikal, 25 rumah sakit swasta dan klinik telah aktif melayani pasien TBC bahkan tedapat 103 desa/kelurahan yang telah dibentuk menjadi desa kelurahan siaga TBC.

 

Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus, mengatakan urgensi percepatan. Karena saat ini Indonesia menempati peringkat kedua dunia setelah India untuk kasus TBC.

 

“Saya berharap, pada semester I 2026 Kabupaten Bogor sudah memiliki atau menambah desa siaga TBC. Tata kelola pemerintah daerah sudah berjalan baik, mari kita bekerja sama untuk mempercepat penuntasan TBC ini,” ujarnya.

 

Sementara itu, Wamenkes dr. Benyamin Paulus Octavianus menyampaikan, apresiasi tinggi kepada seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Bogor dan Jawa Barat.

 

Ia menekankan, strategi intervensi masif termasuk pemeriksaan seluruh keluarga pasien dengan rontgen, pemberian obat pencegahan, serta penggunaan alat rontgen portabel.

 

“Dengan hasil cepat yang akan difasilitasi oleh Kemenkes. Melalui Program ini ditargetkan dapat menurunkan kasus minimal 50 persen,” pungkasnya. (Irvan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *