lensanews.id | Lebak
Memasuki bulan Ramadan 2026, permintaan gula merah di pasaran belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pelaku usaha gula merah di Kabupaten Lebak.
Salah seorang pengusaha gula merah, H. Kasmin, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Ramadan, volume pesanan masih relatif normal dan tidak jauh berbeda dibandingkan hari-hari biasa. ungkapnya kepada media saat di wawancara. Selasa (24/2/2026)
“Kami memasok gula merah untuk wilayah Kabupaten Lebak dan juga ke luar daerah seperti Pandeglang dan Tangerang. Namun, selama Ramadan ini belum ada lonjakan pesanan yang berarti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam kondisi normal usahanya mampu memproduksi sekitar satu ton gula merah per hari dari berbagai jenis. Produksi tersebut selama ini dipasarkan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan konsumen lokal maupun luar daerah.
Meski demikian, H. Kasmin berharap ke depan ada dukungan yang lebih konkret bagi pelaku UMKM gula merah, khususnya melalui peran kelembagaan di Kabupaten Lebak.
Menurutnya, keberadaan wadah yang mampu merangkul serta memperkuat jaringan pengusaha gula merah sangat dibutuhkan guna meningkatkan pemasaran dan daya saing produk lokal.
“Harapannya ada sinergi yang bisa membantu UMKM gula merah berkembang, baik dari sisi produksi, distribusi, maupun pemasaran,” pungkasnya. (ND)












