lensanews.id | PESAWARAN
Dinas Kesehatan (Dinkes) Pesawaran melaporkan bahwa kasus HIV di kabupaten ini terus meningkat dalam 5 tahun terakhir. Berdasarkan data yang direkap, penyebab utama peningkatan kasus HIV adalah hubungan seksual berisiko, termasuk di antaranya adalah golongan lelaki sesama lelaki.
Chris Manurung, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Pesawaran, pada Selasa 24 Februari 2026, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya pencegahan dan penanganan HIV, namun masih diperlukan kerja sama yang lebih luas dari semua pihak untuk mengatasi masalah ini.
“Data kami menunjukkan bahwa kasus HIV di Pesawaran didominasi oleh penderita pribumi, dan hubungan seksual berisiko menjadi penyebab utama,” kata Chris Manurung.
Dinkes Pesawaran mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang HIV/AIDS dan melakukan tes HIV secara rutin jika memiliki faktor risiko. Selain itu, edukasi publik tentang hubungan seksual aman juga sangat penting untuk mencegah penyebaran HIV.
Program pencegahan yang dilakukan Dinkes sepanjang 2025 meliputi penyuluhan bahaya perilaku menyimpang dan sex bebas ke remaja dan usia produktif melalui Puskesmas, skrining populasi kunci, serta pendampingan konseling untuk pengobatan ARV guna mencapai Three Zero 2030.
Namun, Dinkes Pesawaran masih menghadapi beberapa kendala, seperti tingginya stigma dan diskriminasi masyarakat terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), kurangnya pengetahuan masyarakat, serta rendahnya kesadaran kelompok berisiko untuk melakukan skrining. Selain itu, keterbatasan prasarana, mobilitas penduduk yang tinggi, dan kendala operasional dalam menjangkau seluruh populasi sasaran menjadi tantangan teknis yang signifikan.
Peningkatan kasus HIV ini juga menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. “Kami akan terus meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan HIV, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan reproduksi,” katanya.
Dinkes Pesawaran juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah penyebaran HIV dengan melakukan tes HIV secara rutin dan menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual berisiko. (Indra).












