HUKUM & KRIMINALSUKABUMI

Tangis dan Amarah, Warga: Ibu Tiri di Sukabumi Diduga Siksa Anak Hingga Tewas

128
×

Tangis dan Amarah, Warga: Ibu Tiri di Sukabumi Diduga Siksa Anak Hingga Tewas

Sebarkan artikel ini

lensanews.id ‎| SUKABUMI

Kecaman publik meluas di media sosial menyusul kematian tragis seorang bocah laki-laki 12 Tahun asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.Korban meninggal dunia pada Jumat (20/02/2026),ramai di media sosial diduga akibat penganiayaan berat oleh ibu tirinya.

‎

‎Korban menghembuskan napas terakhir dengan luka lebam di sekujur tubuh serta bekas luka bakar yang diduga akibat siraman air panas.

‎

‎Berdasarkan keterangan informasi beberapa media sosial yang beredar saat ini,korban kerap mengalami penyiksaan selama tinggal bersama terduga pelaku.

‎

‎Selain kekerasan fisik berupa pemukulan, korban dilaporkan sering dipaksa mengonsumsi makanan dan minuman dalam kondisi suhu mendidih yang menyiksa fisik secara ekstrem,di lansir dari akun tiktok@hafijah_99.

‎

‎Warga merasa terpukul atas penderitaan yang dialami bocah malang tersebut. Epud, salah seorang warga yang memantau kasus ini, mengungkapkan kegeramannya atas tindakan yang dinilai di luar batas kemanusiaan.

‎

‎”Kalau pelaku ada di sini, rasanya saya ingin sekali menamparnya. Bagaimana mungkin seorang ibu tidak punya perikemanusiaan dan memperlakukan anak hingga kehilangan nyawa,” tegas Epud saat ditemui media, Sabtu (21/02/2026).

‎

‎Senada dengan hal tersebut, Yanti, seorang warga asal Banten, menyatakan rasa tidak percaya atas kekejian yang terjadi. “Tak habis pikir ada orang tua setega itu, benar-benar tidak punya hati. Ini tindakan yang sangat biadab,” ungkapnya dengan nada emosional.

‎

‎Masyarakat kini mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku jika terbukti bersalah.

‎

‎Kasus ini menjadi sorotan tajam sebagai pengingat daruratnya perlindungan anak dan perlunya efek jera terhadap pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

‎

Dhee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *