KOTA METRO

Peringati HPSN 2026, Dinas LH Kota Metro Gelar Penyerahan 7 Unit Bentor dan 22 Kotak Sampah Organik di Yosodadi

71
×

Peringati HPSN 2026, Dinas LH Kota Metro Gelar Penyerahan 7 Unit Bentor dan 22 Kotak Sampah Organik di Yosodadi

Sebarkan artikel ini

lensanews.id | KOTA METRO 

Pemerintah Kota Metro Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro Menggelar Acara Penyerahan Sarana dan Prasarana Persampahan, 7 Unit Bentor dan 22 Kotak Sampah Organik. Dalam rangka peringatan hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tingkat Kota Metro tahun 2026. Yang berlangsung di halaman Kantor DLH Jalan Tongkol Yosodadi Kecamatan Metro Timur, Jum’at (20/02/2026).

 

Dengan mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia Asri” (Aman,Sehat,Resik dan Indah). Merupakan wujud Komitmen bersama dalam memperkuat pengelolaan Sampah berbasis partisipasi masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kota yang bersih dan berkelanjutan.

 

Hadir dalam acara tersebut, Walikota Metro Bambang Iman Santoso,Kadis Lingkungan Hidup Yery Hewan,Camat Metro Selatan,Camat Metro Timur,Camat Metro Utara, Lurah Ganjar Asri,Lurah Hadimulyo Barat,Lurah Karang Rejo, Lurah Purwo Asri,Lurah Banjarsari, tamu undangan lainnya.

 

Walikota Metro, Bambang Iman Santoso mengatakan bahwa, Pemerintah Kota Metro menyerahkan 5 Bentor pemberian dari CSR Bank Lampung, 2 Bentor dari Pemerintah dan 22 Kotak sampah dari Kementrian Lingkungan Hidup,yang di serahkan kepada dapur SPPG program MBG nya Presiden Prabowo,” ungkapnya.

 

Bambang menjelaskan bahwa, tanggal 20 Februari 2026 dirinya genap satu tahun, menjabat. Mungkin belum banyak yang diperbuat dalam memimpin Kota Metro, saya tidak ada keputusasaan bagi saya untuk masyarakat kota Metro yang pada intinya nanti bisa kami persembahkan yang terbaik bagi warga kota Metro,” imbuhnya.

 

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro Yerry Ehwan mengatakan bahwa, kegiatan tersebut sebagai ajakan guna memperkuat sinergi dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

 

“Kebijakan nasional Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup menekankan transformasi tata kelola persampahan berbasis sumber, penguatan peran pemerintah daerah, serta kolaborasi multipihak,” ungkapnya.

 

Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, pengelolaan sampah harus dilakukan secara sistematis mulai dari pemilahan di sumber, pengurangan sampah organik, hingga pemanfaatan kembali melalui pendekatan ekonomi sirkular.

 

“Menurutnya, hal serupa guna mendorong penyelesaian sampah di tingkat kelurahan dan kecamatan guna mengurangi beban pengangkutan ke TPA,” ungkapnya.

 

Mengoptimalkan teknologi pengolahan skala mikro yang ramah lingkungan. semangat kerja bakti atau korve sebagai budaya gotong royong juga kembali ditegaskan Presiden melalui Gerakan Indonesia ASRI.

 

“Adapun bantuan yang diserahkan meliputi, kendaraan roda tiga (Bentor), dan bin kontainer sampah organik,” ujarnya.

 

Sebanyak 6 unit bentor diserahkan kepada kelurahan dan 1 unit untuk Satgas Kebersihan DLH Kota Metro.

 

“Bantuan ini dimaksudkan untuk meningkatkan jangkauan layanan pengangkutan sampah pada wilayah yang belum optimal terlayani armada truk, khususnya di Metro Utara, Metro Barat, dan Metro Selatan,” katanya,” imbuhnya.

 

Sebanyak 22 unit bin kontainer sampah organik diserahkan kepada pengelola SPPG MBG/Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) MBG.

 

“Bantuan yang bersumber dari Kementerian Lingkungan Hidup yang bertujuan mendukung pengelolaan sisa makanan dan limbah dapur secara higienis,” pungkasnya, (Jjs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *