BOGOR

Pemkab Bogor lakukan Perencanaan Terintegrasi untuk Tekan Kemiskinan dan Pengangguran

35
×

Pemkab Bogor lakukan Perencanaan Terintegrasi untuk Tekan Kemiskinan dan Pengangguran

Sebarkan artikel ini

lensanews.id | BOGOR 

Pemerintah Kabupaten Bogor susun rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Melalui Forum Konsultasi Publik yang dilaksanakan di ruang Serbaguna I Setda, kamis (12/2/2026).

 

Prioritas pembangunan 2027 terdapat empat pilar prioritas yakni Pelayanan Publik, Ekonomi lokal melalui pengembangan pusat ekonomi baru yang terintegrasi diberbagai wilayah, Infrastruktur dasar serta Layanan inklusif melalui penguatan perlindungan sosial dan layanan yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Program strategis dan infrastruktur yang telah dicanangkan, diantaranya pengembangan angkutan umum massal Koridor 2 (Bojonggede- Sentul Selatan), pembangunan terminal Tipe C, pengembangan sekolah unggulan tingkat SD dan SMP Negeri serta pembangunan hutan kota.

 

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menegaskan, pentingnya perencanaan pembangunan yang matang dan terintegrasi dalam forum pembahasan rancangan awal program pembangunan daerah. Perencanaan menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan dua tahun ke depan.

 

“Kegiatan hari ini sangat penting. Fail to plan, plan to fail. Jika kita gagal merencanakan, maka sebenarnya kita sedang merencanakan kegagalan. Oleh karena itu, forum ini menjadi ruang strategis, bagi seluruh stakeholder yang hadir untuk merancang langkah ke depan,” ujar Ajat Rochmat Jatnika.

 

Ia melanjutkan, saya mengapresiasi atas antusiasme peserta yang hadir, termasuk para tokoh agama dan berbagai unsur pemangku kepentingan.

 

Kehadiran seluruh elemen tersebut menjadi energi positif dalam menyusun perencanaan yang lebih baik, meski ditengah kesibukan pelaksanaan program dan pemeriksaan yang sedang berjalan.

 

“Pesan dari Bupati Bogor, bahwa persoalan kemiskinan dan pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Pemerintah Kabupaten Bogor terus berikhtiar untuk menekan dan menurunkan hingga mendekati nol,” pungkasnya. (Irvan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *