LEBAK

Portal Dibongkar Paksa, Tambang Batubara Ilegal di Kawasan Perhutani Bayah Diduga Kembali Beroperasi ‎

25
×

Portal Dibongkar Paksa, Tambang Batubara Ilegal di Kawasan Perhutani Bayah Diduga Kembali Beroperasi ‎

Sebarkan artikel ini

‎Lensanews.id | LEBAK

Aktivitas pertambangan batubara di kawasan milik Perum Perhutani, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, kembali menuai sorotan. Tambang yang sebelumnya telah ditutup secara resmi tersebut diduga kembali beroperasi secara ilegal setelah akses masuknya dirusak oleh oknum tak dikenal.

‎Dugaan aktivitas tambang ini berlokasi di lahan milik Perum Perhutani wilayah RPH Bayah Selatan. Padahal, pihak Perum Perhutani BKPH Bayah bersama instansi terkait sebelumnya telah melakukan penutupan total sebagai langkah konkret penertiban kawasan hutan.

‎Menanggapi kabar tersebut, Asper/KBKPH Bayah, Luckyta Sakagiri, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membuka kembali akses tersebut, melainkan adanya tindakan pengrusakan fasilitas penutupan.

‎”Bukan dibuka secara resmi, tapi portal di Karang Bokor ada yang membongkar paksa. Kami sudah merespons tindakan tersebut dengan membuat Laporan Pengaduan (Lapdu) ke Polsek Bayah pada tanggal 27 Januari 2026,” ujar Luckyta saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp, Jumat (30/1/2026).

‎Luckyta menambahkan bahwa modus yang digunakan pelaku tidak hanya merusak portal utama, tetapi juga mencari celah di sekitar area yang telah dipagari.

‎”Kalau (portal) yang di bagian atas tidak dibongkar, tapi mereka membuat jalur baru di samping portal yang kami pasang,” jelasnya.

‎Pihak BKPH Bayah telah melaporkan insiden ini secara berjenjang kepada Komandan Regu (Danru) dan Wakil Kepala (Waka) KPH Banten untuk koordinasi lebih lanjut.

‎Sebagai langkah cepat, Perhutani kembali melakukan penutupan akses di lapangan pada hari ini untuk memastikan tidak ada lagi kendaraan pengangkut batubara yang melintas.

‎Upaya tegas ini dilakukan guna menjaga fungsi hutan dan memastikan aturan hukum tegak di wilayah kerja Perhutani, khususnya di RPH Bayah Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *