LAMPUNGPESAWARAN

Puluhan Kepsek di Pesawaran Curhat dengan PWI

94
×

Puluhan Kepsek di Pesawaran Curhat dengan PWI

Sebarkan artikel ini

lensanews.id | PESAWARAN, LAMPUNG

Untuk memberikan pemahaman tentang Undang – Undang Pers, kode etik jurnalistik, dan Hukum kepada Lembaga pendidikan di Kabupaten Pesawaran, Persatuan Wartawan Indonesia, (PWI) Pesawaran kembali menggelar sosialisasi Undang – Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan Penyuluhan Hukum, di SMP Negri 1 Gedong Tataan. Kamis, (06/11/2025).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Negri, dan Polres Pesawaran, dengan diikuti sejumlah Kepala Sekolah dari tiga Kecamatan, yaitu, Korwilcam, Gedong Tataan, Korwilcam, Teluk Pandan, dan Korwilcam, Padang Cermin.

Ketua PWI Pesawaran, M. Ismail, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen PWI dalam menjalankan fungsi dan memberikan edukasi dan kontrol sosial, terutama di sektor pendidikan.

“Kami ingin para pemangku kepentingan di lembaga pendidikan memahami peran dan tanggung jawab wartawan. Pers bekerja berdasarkan undang-undang dan kode etik yang jelas, bukan sekadar menyebarkan informasi tanpa dasar,”tegas Ismail.

Diantaranya, lanjut Ismail, pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik sangat penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh berita bohong (hoaks) dan dapat membedakan mana produk jurnalistik profesional dan mana produk media sosial.

“Wartawan sejati itu bekerja dengan etika, bukan hanya berburu sensasi. Kode etik dibuat bukan untuk membatasi, tapi untuk melindungi—baik hak masyarakat maupun profesi wartawan itu sendiri,”jelasnya.

Menurut Owner media Handal Online tersebut, sebagaimana diatur dalam Pasal 7 Ayat (2) Undang-Undang Pers, wartawan merupakan profesi yang wajib menaati Kode Etik Jurnalistik. Hal itu menjadi pembeda antara jurnalis profesional dan individu yang hanya menyebarkan informasi tanpa tanggung jawab hukum maupun etika

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran Anca Martha Utama yang diwakili oleh Kabid Kebudayaan, Hendri Perdopo, mengapresiasi kegiatan tersebut. Karena kata dia, kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi positif antara insan pers dan lembaga pendidikan.

“Kami menyebut PERS, Pendidikan Efektif Rasa Sinergi. Di tengah derasnya arus informasi digital, sinergi antara dunia pendidikan, insan pers sangat penting memajukan dunia pendidikan, khususnya Kabupaten Pesawaran.,”ucap Hendri

Lanjut Hendri, kegiatan sosialisasi ini juga menjadi bagian dari penguatan literasi media di lingkungan pendidikan. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilakukan di seluruh kecamatan di Kabupaten Pesawaran. (Indra).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *