Lensanews.id | PALEMBANG
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Palembang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) dalam rangka penguatan pembinaan kemandirian berbasis pendidikan vokasi.
Kegiatan penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan pada Jumat (6/2/2026) pukul 09.45 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Utama Lapas Kelas I Palembang. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Lapas Kelas I Palembang, M. Pithra Jaya Saragih, Wakil Direktur IV Politeknik Negeri Sriwijaya Irma Salamah, para ketua jurusan dan jajaran Polsri, jajaran pejabat eselon III dan IV Lapas Kelas I Palembang, staf, serta peserta magang.
Dalam sambutannya, Wakil Direktur IV Politeknik Negeri Sriwijaya menyampaikan komitmen institusinya untuk mendukung program pembinaan kemandirian warga binaan melalui pendidikan vokasi. Menurutnya, sinergi antara lembaga pendidikan dan pemasyarakatan menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia yang terampil dan siap kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Palembang menegaskan, M. Pithra Jaya Saragih, bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam membekali warga binaan dengan kompetensi dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. “Pembinaan kemandirian tidak hanya tentang pelatihan, tetapi juga tentang membuka akses pendidikan yang berkualitas agar warga binaan memiliki masa depan yang lebih baik setelah menjalani masa pidana,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, Lapas Kelas I Palembang berharap proses pembinaan tidak hanya berhenti di balik tembok pemasyarakatan, tetapi mampu menjadi jembatan bagi warga binaan untuk kembali berdaya, mandiri, dan diterima secara utuh di tengah masyarakat. (Hari)












