LEBAK

Kecanduan Hp Android pada Anak Meresahkan Orang Tua di Lebak Selatan, Perubahan Perilaku jadi Sorotan ‎

56
×

Kecanduan Hp Android pada Anak Meresahkan Orang Tua di Lebak Selatan, Perubahan Perilaku jadi Sorotan ‎

Sebarkan artikel ini
Suasana anak-anak kecanduan HP Android./ Foto ilustrasi Dede lensanews.id

Lensanews.id | LEBAK 

Maraknya penggunaan Hp Android di kalangan anak-anak kini menjadi keresahan serius bagi para orang tua di wilayah Lebak Selatan. Warga Desa Mekarsari, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, mengeluhkan kebiasaan anak-anak mereka yang menghabiskan mayoritas waktu untuk bermain game online hingga melupakan kewajiban utama.

‎Keresahan ini dipicu oleh durasi penggunaan gawai yang dianggap sudah di luar batas wajar. Para orang tua menilai, fenomena ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga mulai mengganggu perkembangan psikologis dan kemandirian anak.

‎Rodiah, salah satu orang tua di Desa Mekarsari, mengungkapkan bahwa pemakaian Android telah membuat anak-anak kehilangan manajemen waktu. Menurutnya, gangguan ini merambah ke hampir seluruh aktivitas harian anak.

‎”Kalau sudah pegang HP, mereka langsung lupa waktu. Waktu makan terlewat, waktu belajar diabaikan. Bahkan yang paling mengkhawatirkan adalah adanya perubahan sifat; anak menjadi lebih emosional dan berani melawan orang tua jika ditegur saat main game,” ujar Rodiah saat ditemui, [Sabtu,10/01/2025].

‎Kondisi ini kini menjadi perhatian kolektif warga setempat. Para orang tua berharap adanya langkah konkret dari berbagai pihak, baik pemerintah desa, tenaga pendidik, maupun tokoh masyarakat untuk memberikan edukasi literasi digital bagi anak-anak.

Senada dengan Rodiah, Yulyanti mengungkapkan‎ perlunya adanya sinergi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pembatasan pemakaian Android, seperti pengaktifan kembali kegiatan remaja yang positif atau sosialisasi mengenai dampak negatif kecanduan gawai sejak dini.

 

“Selaku orang tua kita harus bisa membatasi pemakaian Android untuk anak dan melakukan pengarahan kebiasaan anak ke arah positif,”pungkasnya

‎Tanpa adanya tindakan edukatif, dikhawatirkan degradasi moral dan penurunan kualitas belajar umumnya di wilayah Kabupaten Lebak akan terus berlanjut.

(Dhee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *