Lensanews.id | MEDIA CENTER KODIM, LAMPUNG TIMUR
Dandim 0429/Lamtim Letkol Inf Danang Setiaji, S.I.P., M.I.P menghadiri rapat koordinasi penanganan dampak interaksi gajah dengan warga masyarakat desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK), bertempat di Aula Utama Kantor Bupati Lamtim, Senin (12/01/2026).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah turut dihadiri oleh Ketua DPRD Lampung Timur Rida Rotul Aliyah, Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati, Kepala Kejaksaan Negeri Kab. Lampung Timur Dr. Pofrizal, Dirjen Konservasi KSDAE Kemenhut Sapto Aji Prabowo, Sekdakab Lamtim Rustam Efendi, Kepala Balai TNWK, Para Staf Ahli, Asisten Setdakab. Lampung Timur, Kepala Badan/Dinas/Kantor dan Bagian Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Timur, Camat Way Jepara, Braja Selebah, Labuhan Ratu, para Kades perwakilan Desa penyangga TNWK serta para NGO mitra kerja TNWK diantaranya, Wildlife Conservation Society Program Indonesia (WCs -P), Yayasan Alam Rimba Terpadu (ALeRT), Yayasan Badak Indonesia (YABI), Yayasan Komunitas Hutan Sumatera (KHS), Yayasan Program Konservasi Harimau Sumatera (PKHS) dan Yayasan Jejaring Satwa Indonesia (JIS).
Rapat digelar bentuk keseriusan Pemerintah daerah bersama jajaran stakeholder yang ada untuk mencari solusi konkret atas konflik antara gajah liar dan penduduk desa yang kerap terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam rapat tersebut, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyampaikan, bahwa konflik manusia dan satwa liar, khususnya gajah Sumatra, menjadi persoalan serius yang harus ditangani secara bersama-sama oleh pemerintah daerah, pengelola TNWK, aparat keamanan, serta masyarakat desa penyangga.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berkomitmen untuk terus mendukung upaya penanganan konflik antara manusia dan satwa liar melalui pendekatan yang kolaboratif, partisipatif, dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan pelestarian lingkungan,” ujar Ela.
Pihaknya berharap melalui forum ini akan dihasilkan rekomendasi yang konstruktif dan aplikatif, yang dapat segera ditindaklanjuti sebagai dasar pengambilan kebijakan dan langkah teknis di lapangan.
Sementara Dirjen KSDAE Kemenhut Sapto Aji Prabowo menyampaikan, selain melatih dan membimbing ilmu menggiring untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi konflik gajah, juga pelatihan pemanduan wisata dan pembuatan paket wisata akan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola wisata di kawasan TNWK.
Pada kesempatan yang sama, Dandim 0429/Lamtim Letkol Inf Danang Setiaji, S.I.P., M.I.P mengungkapkan bahwa Kodim siap bersinergi, berkolaborasi serta mendukung penuh semua kebijakan program Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur dalam rangka mengatasi konflik gajah terutama di Desa penyangga TNWK.
Dandim juga berpesan kepada warga masyarakat yang rencana akan melaksanakan aksi damai supaya menyampaikan aspirasi dengan baik.
“Kepada saudara-saudara yang akan menyampaikan aspirasi lakukan dengan bijak dan bijak jangan mudah terprovokasi yang justru malah menimbulkan masalah baru. Mari duduk bersama karena setiap masalah pasti ada solusi,” tegas Dandim.(Pendim0429).












