lensanews.id | KOTA METRO
Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, menggelar Pasar Tani Metro Bahagia, dan Gerakan Pangan Murah (GPM), dalam rangka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Provinsi Lampung yang berlangsung di Lapangan THR Karang Rejo, Jl. WR. Supratman Kelurahan Karangrejo Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Jum’at (20/02/26).
Antusiasme warga sangat tinggi, warga Kelurahan Karangrejo dan sekitarnya, turut meramaikan dan mensukseskan kegiatan Pasar Tani yang berlangsung sejak pukul 06.30 pagi.
Gelaran tersebut di padati oleh ratusan ibu-ibu yang berbondong-bondong untuk membeli bahan dasar pokok, seperti Telur Ayam, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, Beras, Minyak Goreng dan gula pasir.
Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro Heri Wiratno Melalui Kepala bidang Ketahanan Pangan Kota Metro, Pipi Puspita Sari, menjelaskan bahwa, Pasar Tani Metro bahagia, diadakan sebulan 2 kali, yang didalam nya terdapat pelaku usaha UMKM, juga ada Gerakan Pangan Murah, pembagian bibit cabai, bibit tomat dan bibit terong gratis, Program (GERTAPAGA), teras pangan lokal dan B2SA, dengan menu takjil dari olahan pangan lokal.
“Pelayanan perizinan, pelayanan kependudukan dan capil, pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis, Posyanduwanling, mentari bangsaku FOI (donasi pangan), senam bersama KJS, LLI, PWRI Kecamatan Metro Utara, perpustakan keliling, pelayanan donor darah, Aneka sayur, buah dan kuliner,” ungkapnya.
Lanjutnya Pipi Puspita Sari menuturkan bahwa, pada kegiatan pangan murah ini yang masuk pada bulan Suci Ramadhan 1447 H, kami menyediakan beras SPHP per 5kg dengan harga Rp.57.000, minyak goreng dengan harga Rp.15.000, gula per 1kg Rp.16.000, telur per 1kg Rp.26.500, cabe merah keriting per 1kg Rp.38.000, bawang merah per 1kg Rp.35.000, dimana harga-harga tersebut semuanya dibawah harga pasaran.
“Kami menggandeng pengusaha distributor, untuk bersama-sama memberikan akses pangan murah ke masyarakat, terutama pada bulan Suci Ramadhan 1447 H tahun ini, mungkin bagi masyarakat atas, menengah, dan bawah, terkait kebutuhan-kebutuhan barang pokok, mengalami kenaikan-kenaikan harga yang sangat signifikan,” ucapnya.
Tujuan kita bersama ialah, untuk stabilisasi harga, dimana barang-barang stok tersedia, harga cukup terjangkau, sehingga masyarakat bisa mengakses hal tersebut.
“Terkait GERTAPAGA, kita di suport langsung oleh Cabang Bank Lampung Indonesia yang ada di kota Metro, dengan menyediakan bibit cabai, bibit tomat, bibit terong,serta bibit sayuran, bagi masyarakat yang ingin meminta, dan menanamnya di rumah masing-masing, bisa langsung membawanya dan semuanya itu gratis. terkait dengan bibit cabe maupun bibit sayuran, yang tadinya belum tersedia, alhamdulilah saat ini sudah tersedia, yang telah di nanti-nanti oleh masyarakat,” ujarnya.
Kemudian, selain diberikan Bibit-bibit gratis yang dibagikan kepada masyatakat, akan tetapi juga diberikan edukasi tentang KG, komunikasi, informasi terkait pengolahan hasil cabe. Jadi selama 3 tahun – 4 tahun kita membagikan bibit gratis, kali ini kita adakan juga Edukasi cara menanamnya, mengolahnya. Jadi jika sudah menghasilkan, tidak hanya di konsumsi segar (fresh) saja, tetapi bisa dibuat bubuk cabe, bon cabe, maupun lainnya.
“Dengan dilakukannya edukasi terkait pengolahan hasil cabe tersebut, tujuannya supaya kita punya daya simpan lebih lama, ketika harga cabe meningkat misalnya, atau pasokan kurang karena cuaca dan lain sebagainya,” tuturnya.
“Masyarakat tidak merasa panik dengan keadaan tersebut, dikarenakan disekitar rumah mereka sudah ada tanaman cabe dan juga mereka memiliki stok olahan dari cabe tersebut, jika masyarakat memiliki lebih dan opsi pilihan tidak hanya menjual, atau mengkonsumsinya, tetapi juga bisa mengolah hasilnya. Sehingga bisa menjadi nilai tambah bagi masyarakat itu sendiri, dengan cara mengemasnya dengan baik,” pungkasnya. (Jjs)












