KOTA METRO

Dispusarda Kota Metro Gelar Pelantikan Tim Literasi dan Pengurus IPI Serta Pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan

21
×

Dispusarda Kota Metro Gelar Pelantikan Tim Literasi dan Pengurus IPI Serta Pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan

Sebarkan artikel ini

lensanews.id | KOTA METRO 

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kota Metro , menggelar Kegiatan Pelantikan Tim Literasi Kota Metro, dan Pelantikan Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kota Metro Periode 2026-2029, serta Pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan Periode 2026-2029, yang berlangsung di Kampus II Gedung Academic Center (GAC) UIN Jurai Siwo Lampung. Jum’at (26/02/2026)

 

Wali Kota Metro Hi.Bambang Iman Santoso dalam sambutannya, menyampaikan jika Literasi bukan sekedar kemampuan membaca dan menulis, tetapi merupakan pondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing dan berkarakter.

 

“Kota Metro sebagai Kota Pendidikan memiliki tanggungjawab moral, untuk terus memperkuat budaya literasi di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

 

Harapan kita semuanya,semoga kegiatan hari ini semata-mata tidak hanya menjadi acara Seremonial saja.

 

“Lebih lanjut dikatakan bahwa, acara hari ini bukan seremonial belaka, melainkan sebuah bentuk komitmen bersama untuk menggerakan budaya literasi, memperluas akses informasi serta meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan diwilayah kota metro,” imbuhnya.

 

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kota Metro Dra.Farida,M.si menyampaikan bahwa, di era transformasi digital saat ini masyarakat dituntut untuk memiliki cakupan literasi yang lebih luas, juga termasuk literasi informasi dan interaksi digital.

 

“Oleh karena itu, diperlukan upaya yang terstruktur, kolaboratif dan berkelanjutan, untuk membangun budaya literasi-literasi generasi dari lingkungan masyarakat, dimulai dari keluarga sampai di persatuan pendidikan, dan yang berhubungan dengan dinas terkait,” ungkapnya.

 

Peningkatan sumber daya manusia,salah satu faktor utama yang mempengaruhi berhasilnya pembangunan Daerah, salah satu indikator yang penting dalam hubungan tersebut ialah, tingkat literasi dari masyarakat itu sendiri.

 

“Lanjut Farida ,Kota Metro sebagai kota yang memiliki visi Metro Kota Cerdas, berbasis jasa dan budaya yang religus, sehingga memiliki potensi besar dalam perkembangan gerakan literasi,” ucapnya.

 

Namun demikian penguatan ekosistem literasi membutuhkan peran aktif dari berbagai pihak termasuk Pemerintah daerah itu sendiri,bagian penting dalam membangun ekosistem literasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Pemanfaatan teknologi informasi membuka peluang baru dalam memperluas akses literasi, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil.

 

“Berbagai platform digital kini digunakan sebagai sarana berbagi pengetahuan, mulai dari e-book, video edukatif, hingga ruang diskusi daring. Literasi digital tidak hanya melatih masyarakat untuk menggunakan teknologi, tetapi juga mengajarkan cara berpikir kritis terhadap konten yang mereka konsumsi,” ucapnya.

 

Hal ini penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan di dunia maya. Melalui penguatan kemampuan ini, literasi tidak lagi terbatas pada kegiatan membaca buku cetak, melainkan meluas ke dunia digital yang lebih dinamis. Upaya ini menjadi pondasi penting bagi terbentuknya masyarakat yang adaptif dan cerdas.

 

“Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan ekosistem literasi yang inklusif, berbagai komunitas lokal mulai berperan aktif dalam menyelenggarakan kegiatan berbasis literasi di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

 

Misalnya dengan membuka ruang baca sederhana, mengadakan kelas literasi digital, atau membuat kelompok diskusi mingguan. Partisipasi tersebut menandakan bahwa literasi kini tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak tertentu, tetapi juga menjadi kesadaran bersama. Kolaborasi antargenerasi turut memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun budaya membaca dan berpikir kritis.

 

“Para orang tua berperan menanamkan minat baca sejak dini, sementara generasi muda menjadi motor penggerak inovasi literasi berbasis teknologi, sinergi inilah yang menjadikan ekosistem literasi semakin hidup dan menyentuh semua lapisan masyarakat,” pungkasnya, (Jjs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *