Lensanews.id | MEDIA CENTER KODIM, LAMPUNG TIMUR
Ribuan petani dan warga desa penyangga menggelar aksi damai di Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Mereka mengajukan sejumlah tuntutan diantaranya konflik gajah dengan manusia tak terjadi lagi, Selasa (13/01/2026).
Kedatangan ribuan massa ini dengan menumpang puluhan truk, mobil pribadi dan roda dua, pengunjuk rasa berkumpul lebih dulu di salah satu lapangan. Selanjutnya, dengan long march sekitar 500M mereka tiba di Balai TNWK.
Dandim 0429/Lamtim Letkol Inf Danang Setiaji, S.I.P., M.I.P bersama Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati, S.H., S.I.K., M.H beserta ratusan personil mengawal langsung kegiatan aksi damai tersebut.
Setelah lebih kurang satu jam melakukan orasi, beberapa wakil aksi damai memasuki ruangan Balai TNWK untuk melakukan mediasi terkait tuntutan para petani dan warga desa penyangga.
Di ruangan telah hadir Direktur Konservasi Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Prapto Adji Prabowo, Kepala Balai TNWK Zaidi serta sejumlah pejabat setempat.
Beberapa tuntutan yang disampaikan pada saat mediasi diantaranya, petani minta agar tak terjadi lagi konflik antara gajah dengan manusia. Lalu, pemerintah dalam hal ini pihak TNWK bertanggung jawab atas kerusakan tanaman palawija dan lainnya akibat dirusak gajah. Termasuk mengganti kerugian atau santunan bagi korban yang menderita luka ringan, cacat permanen bahkan meninggal dunia akibat terjadinya konflik.
Menanggapi hal tersebut pihak Balai TNWK siap mengakomodir apa yang menjadi tuntutan masyarakat, salah satunya mulai Selasa (13/01/2026) gajah yang berada di kawasan TNWK tidak lagi memasuki permukiman warga maupun lahan pertanian desa penyangga. Seluruh tanggung jawab penanganan konflik menjadi kewenangan pihak TNWK.
Setelah hasil kesepakatan dibacakan oleh ketua aliansi masyarakat desa penyangga, masa aksi damai kemudian membubarkan diri pada Pukul 12:30 WIB dengan tertib dan aman.
Dandim Letkol Inf Danang Setiaji, S.I.P., M.I.P mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, jalannya aksi ini menjadi contoh nyata bagaimana aspirasi rakyat dapat disampaikan dengan damai, tanpa menimbulkan kericuhan sedikit pun.
“Alhamdulillah, dengan niat baik dari semua pihak apa yang menjadi tuntutan masyarakat dapat terakomodir sehingga aksi damai ini berlangsung aman dan tertib”, ujar Dandim.
Dandim menambahkan, dengan sinergi TNI-Polri dan dukungan seluruh masyarakat, Kodim 0429/Lamtim menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan serta memastikan aspirasi masyarakat bisa tersampaikan.
“Sekali lagi saya beserta Kapolres Lampung Timur mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih para peserta aksi yang telah mematuhi imbauan kami. Mari kita rawat kedamaian ini, satukan niat tulus untuk membangun, dan jadikan Lamtim sebagai Kabupaten yang maju, harmonis, aman serta penuh keberkahan,” pungkasnya.(Pendim0429/Lamtim).












