BOGORNEWS

Terkendala dan Keterbatasan Lahan, Pembangunan di Desa Susukan Belum Optimal

102
×

Terkendala dan Keterbatasan Lahan, Pembangunan di Desa Susukan Belum Optimal

Sebarkan artikel ini

BOGOR | lensanews.id

Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (MusrenbangDes) RKPD 2027 Desa Susukan, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, sejumlah usulan dari berbagai elemen masyarakat mengemuka menjadi skala prioritas yang berdampak langsung dengan kebutuhan masyarakat. Usulan yang disampaikan akan direalisasikan secara bertahap, karena keterbatasan anggaran yang ada di desa.

 

Seperti pengaspalan jalan, pembangunan jembatan, pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) serta pembangunan gedung Posyandu masih menjadi poin krusial. Bertempat di Aula Masjid Jami Al-Barkah, Kp. Duren Baru, Desa Susukan, Rabu (7/10/2026).

 

Program pembangunan yang menggunakan Dana Desa pembangunan jembatan di RW 08, dan untuk penggunaan anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) akselerasi pembangunan perdesaan tahun 2026 pengaspalan jalan di RW 02,05,06 dan 07, pembangunan Drainase dan Kantor Desa.

 

“Usulan pembangunan Pustu masuk skala prioritas, karena masyarakat yang ingin berobat ke Puskesmas saat ini jaraknya terlalu jauh yang berada diwilayah Ragajaya. Sebenarnya usulan pembangunan Pustu sudah kita rencanakan di PSU RW 10 tetapi dengan adanya program KDMP, kita rubah KDMP yang di RW 10 dan Pustu di PSU RW 06. Itu pun KDMP sampai saat ini belum jelas pembangunannya,” kata Kades Susukan M. Irfan Syahrizal kepada lensanews.id

 

Ia melanjutkan, karena diwilayah Desa Susukan ini keterbatasan dan ketersedian lahan menjadikan pembangunan masih terkendala belum bisa kita lakukan, tanah milik Pemda diwilayah Susukan juga tidak ada, satu-satunya cara kita memanfaatkan lahan PSU yang ada. Infonya PSU di RW 06 sudah ada bangunannya tinggal kita rapihkan lagi sarana dan prasarananya agar menjadi nyaman.

 

“Termasuk pembangunan gedung posyandu pun kita masih mencari lahan, terkait ketersediaan fasilitas alat untuk mendukung kegiatan di 17 posyandu yang tersebar di Desa Susukan Alhamdulilah sudah lengkap. Cuma untuk tempat saja, baru beberapa yang sudah memiliki gedung, dan rata-rata itu tempatnya di perumahan, sedangkan untuk di Kampung masih dirumahnya pak. RW. Semua yang kita rencanakan masih terkendala lahan, mungkin dijalan Bomang aset milik Pemda bisa kita manfaatkan untuk pembangunan fasilitas kebutuhan masyarakat Desa Susukan,” ujarnya.

 

Pembangunan di Desa Susukan masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya keterbatasan dan persoalan ketersediaan lahan. Kondisi tersebut membuat sejumlah rencana pembangunan belum dapat direalisasikan secara optimal.

 

Lebih lanjut, Pemerintah desa terus berupaya mendorong percepatan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, persoalan lahan menjadi salah satu faktor yang perlu diselesaikan terlebih dahulu agar pembangunan dapat berjalan sesuai dengan perencanaan.

 

Ketersediaan lahan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan, terutama yang membutuhkan area untuk fasilitas umum dan sarana pelayanan masyarakat. Karena itu, diperlukan koordinasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, serta pihak terkait guna mencari solusi terbaik.

 

“Berharap persoalan lahan tersebut dapat segera menemukan titik terang, sehingga pembangunan yang telah direncanakan dapat direalisasikan dan memberikan manfaat secara langsung sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Irvan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *