BANDAR LAMPUNG | lensanews.id
Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam (Gatam) Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., membekali ratusan mahasiswa baru STKIP PGRI Bandar Lampung dengan wawasan bela negara dan nilai-nilai kebangsaan dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Jumat (25/9/2026).
Pembekalan yang berlangsung di Gedung C Kampus STKIP PGRI Bandar Lampung, Jalan Chairil Anwar No. 79, Durian Payung, Tanjung Karang Pusat, tersebut menitikberatkan pada pentingnya pembentukan karakter, integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran kebangsaan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.
Kegiatan turut dihadiri Kasiter Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf M. Sofrianes Salam, S.Ag., M.M., Kepala Yayasan/Pendiri STKIP PGRI Dra. Hj. Siti Suratini Zain, Wakil Ketua I STKIP PGRI Joko Sutrisno AB, M.Pd., serta Ketua Pelaksana PKKMB Hamyah, M.Pd.
Dalam arahannya, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menegaskan bahwa masa perkuliahan bukan sekadar proses memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi momentum penting dalam membentuk karakter, pola pikir, kedisiplinan, dan kesiapan mahasiswa menghadapi masa depan.
«“Masa perkuliahan adalah tahapan penting dalam membentuk karakter, kemampuan berpikir, dan masa depan saudara. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dengan sungguh-sungguh, membangun kedisiplinan, mengembangkan kemampuan, serta memperluas wawasan dan pengalaman,” ujar Brigjen TNI Sumarlin Marzuki.»
Menurut Danrem, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terlebih mahasiswa yang dipersiapkan menjadi calon pendidik. Karena itu, nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika perlu dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain penguatan wawasan kebangsaan, Danrem juga mengingatkan mahasiswa agar memiliki ketahanan diri dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, disinformasi, judi online, narkoba, pornografi, kejahatan siber, radikalisme, maupun intoleransi.
«“Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Gunakan media sosial secara bijak, jaga pergaulan, dan jadikan teknologi sebagai sarana untuk belajar, berkarya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.»
Dalam sesi pembekalan, mahasiswa mendapatkan materi mengenai tantangan dan peluang bela negara di era kekinian, peran mahasiswa dalam menjaga perdamaian dan nilai-nilai kebangsaan, pencegahan radikalisme dan intoleransi, serta pentingnya membangun generasi muda yang berkarakter, mandiri, bernalar kritis, kreatif, dan memiliki semangat gotong royong.
Danrem 043/Gatam juga menekankan bahwa bela negara tidak semata-mata diwujudkan melalui aktivitas pertahanan secara fisik. Bagi mahasiswa, bela negara dapat diwujudkan melalui kesungguhan dalam menuntut ilmu, meraih prestasi, menjaga disiplin, aktif dalam kegiatan sosial, menghormati keberagaman, menolak paham radikal dan ujaran kebencian, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
“Bela negara dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Mahasiswa harus mampu menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan,” demikian pesan yang ditekankan dalam pembekalan tersebut.
Melalui kegiatan PKKMB ini, Korem 043/Gatam mendorong mahasiswa STKIP PGRI Bandar Lampung agar tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga tumbuh sebagai generasi muda yang memiliki karakter kebangsaan, cinta tanah air, berintegritas, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai insan akademis sekaligus calon pendidik dan agen perubahan yang ikut menjaga persatuan serta memperkuat kehidupan kebangsaan di tengah dinamika perkembangan zaman.
(Red)












