DAERAHLOMBOK UTARA

Putra Pandanan FC Desak Evaluasi Total Liga 4 KLU Usai Insiden Wasit Dikejar, Pengawas Pertandingan Diminta Dicopot

120
×

Putra Pandanan FC Desak Evaluasi Total Liga 4 KLU Usai Insiden Wasit Dikejar, Pengawas Pertandingan Diminta Dicopot

Sebarkan artikel ini

LOMBOK UTARA | lensanews.id 

Putra Pandanan FC mendesak Panitia Liga 4 Piala Bupati Lombok Utara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan pengamanan pertandingan menyusul insiden yang terjadi dalam laga Poram FC kontra Putra Pandanan FC, Minggu (20/9/2026).

 

Desakan tersebut mencuat setelah, berdasarkan keterangan pihak Putra Pandanan FC dan dokumentasi yang mereka miliki, seorang yang disebut berada di kelompok pendukung Poram FC diduga memasuki area pertandingan dan melakukan pengejaran terhadap wasit. Pihak klub juga menyebut terdapat dugaan benda yang menyerupai senjata tajam dalam peristiwa tersebut.

 

Putra Pandanan FC menilai peristiwa itu perlu diperiksa secara serius karena menyangkut keselamatan perangkat pertandingan, pemain maupun seluruh pihak yang berada di dalam maupun sekitar lapangan.

 

Official Putra Pandanan FC, Abed Aljabiri Adnan, meminta panitia tidak berhenti pada penyelesaian internal, melainkan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap rekaman pertandingan, keterangan wasit, perangkat pertandingan, petugas keamanan serta para saksi yang berada di lokasi.

 

«“Kalau seorang suporter bisa masuk ke lapangan, mengejar wasit dan diduga membawa benda berbahaya, tentu harus ada evaluasi. Pengawas pertandingan tidak boleh hanya hadir secara administratif, tetapi harus memastikan pertandingan berjalan sesuai ketentuan dan aspek keamanan diperhatikan,” tegas Abed.»

 

Menurut Abed, area pertandingan semestinya memiliki pengamanan yang memadai sehingga penonton atau pihak yang tidak berkepentingan tidak dapat dengan mudah memasuki lapangan, terlebih apabila terdapat dugaan membawa benda yang dapat membahayakan orang lain.

 

Minta Pengawas Pertandingan Dievaluasi

 

Putra Pandanan FC secara khusus meminta kinerja pengawas pertandingan diperiksa. Apabila hasil pemeriksaan resmi menemukan adanya kelalaian dalam pelaksanaan tugas, klub tersebut meminta panitia mengambil langkah sesuai ketentuan, termasuk mengganti pengawas pertandingan apabila memang diperlukan.

 

“Jangan menunggu sampai terjadi korban. Keselamatan wasit, pemain dan seluruh perangkat pertandingan harus menjadi prioritas,” ujar Abed.

 

Putra Pandanan FC juga meminta Panitia Liga 4 membuka kembali hasil technical meeting serta ketentuan kompetisi yang mengatur keamanan pertandingan, perilaku penonton, larangan memasuki area lapangan dan sanksi terhadap pelanggaran yang melibatkan perangkat pertandingan.

 

Menurutnya, aturan kompetisi harus diterapkan secara konsisten kepada seluruh peserta tanpa membedakan klub.

 

Minta Pemeriksaan Objektif dan Sanksi Sesuai Regulasi

 

Putra Pandanan FC menegaskan pihaknya tidak meminta sanksi dijatuhkan tanpa pemeriksaan. Sebaliknya, seluruh fakta di lapangan diminta diverifikasi terlebih dahulu oleh pihak yang berwenang.

 

“Jangan menghukum siapa pun tanpa pemeriksaan. Periksa semuanya secara objektif. Tetapi setelah fakta ditemukan, aturan harus ditegakkan,” katanya.

 

Apabila dari hasil pemeriksaan resmi terbukti terdapat tindakan kekerasan, pengejaran terhadap wasit, atau pelanggaran lain yang dilakukan oleh individu yang memiliki keterkaitan dengan suatu klub, Putra Pandanan FC meminta panitia menerapkan sanksi sesuai regulasi kompetisi.

 

Termasuk, kata Abed, apabila aturan Liga 4 memang mengatur sanksi tertentu hingga diskualifikasi dalam kondisi tersebut.

 

“Kalau memang regulasinya mengatur sanksi diskualifikasi dan unsur pelanggarannya terbukti, maka harus diterapkan. Jangan sampai aturan hanya tegas pada pelanggaran administratif, tetapi tidak tegas ketika menyangkut keselamatan perangkat pertandingan,” ujarnya.

 

Minta Liga 4 Dievaluasi Sebelum Dilanjutkan

 

Selain evaluasi terhadap pengawas pertandingan, Putra Pandanan FC meminta penyelenggara melakukan audit terhadap sistem keamanan Liga 4 Piala Bupati Lombok Utara.

 

Evaluasi tersebut meliputi mekanisme pemeriksaan penonton, akses keluar-masuk lapangan, penempatan petugas keamanan, perlindungan terhadap wasit dan perangkat pertandingan, hingga prosedur penanganan apabila terjadi kericuhan.

 

Putra Pandanan FC bahkan meminta panitia mempertimbangkan penghentian sementara pertandingan apabila sistem pengamanan belum mampu memberikan jaminan keselamatan bagi seluruh pihak.

 

“Keselamatan manusia harus ditempatkan di atas kepentingan menyelesaikan jadwal pertandingan. Liga boleh dilanjutkan ketika sistem pengamanan sudah benar-benar dipastikan. Jangan sampai kompetisi berjalan, tetapi keselamatan pemain dan wasit dipertaruhkan,” tegas Abed.

 

Desak PSSI KLU dan Pemkab Lombok Utara Beri Penjelasan

 

Putra Pandanan FC selanjutnya meminta Askab PSSI Lombok Utara bersama panitia penyelenggara memberikan penjelasan terbuka mengenai penanganan insiden tersebut.

 

Hal itu dinilai penting mengingat Liga 4 Piala Bupati Lombok Utara 2026 merupakan kompetisi yang melibatkan puluhan klub dan sejak awal diposisikan sebagai ajang pembinaan serta kompetisi sepak bola daerah. Kompetisi tersebut dibuka pada Juni 2026 dan diikuti 64 klub.

 

Menurut Putra Pandanan FC, penggunaan nama Piala Bupati Lombok Utara juga membawa konsekuensi terhadap kualitas penyelenggaraan, khususnya dalam aspek sportivitas, keamanan dan penegakan regulasi.

 

“Kami tidak ingin persoalan ini justru merusak kompetisi. Evaluasi diperlukan untuk memperbaiki penyelenggaraan. Kalau ada kelalaian, perbaiki. Kalau ada pelanggaran, tegakkan aturan. Yang terpenting, jangan sampai insiden serupa terulang,” tutup Abed.

 

Hingga berita ini disusun, keterangan resmi dari panitia penyelenggara, pengawas pertandingan, Askab PSSI Lombok Utara maupun pihak Poram FC terkait dugaan insiden tersebut belum tercantum dalam bahan keterangan yang diterima redaksi.

(C)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *