TANGERANG

Pengcam IPSI Mauk Masa Bakti 2026–2030 Resmi Dilantik, Siap Cetak Pendekar Berprestasi dan Berakar Budaya

167
×

Pengcam IPSI Mauk Masa Bakti 2026–2030 Resmi Dilantik, Siap Cetak Pendekar Berprestasi dan Berakar Budaya

Sebarkan artikel ini

TANGERANG | lensanews.id 

Pengurus Kecamatan (Pengcam) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kecamatan Mauk Masa Bakti 2026–2030 resmi dilantik pada 6 September 2026. Mengusung tema “Luhur Budi, Teguh Tradisi, Membentuk Pendekar Mauk Berakar Budaya dan Berprestasi”, prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula Otto Iskandardinata, Kecamatan Mauk.

 

Pengukuhan kepengurusan dipimpin langsung oleh Ketua Pengkab IPSI Kabupaten Tangerang, H. Yani Sutisna, S.H., M.Si., dan dihadiri sekitar 80 peserta.

 

Turut hadir jajaran Forkopimcam Mauk, di antaranya Camat Mauk, Danramil 09/Mauk, Danposal Tanjung Kait, Dansatradar 401/Tanjung Kait, Sekjen Pengkab IPSI Kabupaten Tangerang H. Syukri Ariansyah, S.E., M.M., serta Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang (DKKT) Hj. Aida Ubaidah, S.E., M.M.

 

Hadir pula para pembina dan pinisepuh dari berbagai perguruan pencak silat, di antaranya Cakra Buana Muda Indonesia, Cempaka Putih, Terumbu Banten, IKSPI, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Beksi Haji Sanwani Ketua (BHSK), dan Beksi Haji Pikan.

 

Usai dilantik, Ketua Pengcam IPSI Mauk, Abdul Ghofur, S.H., menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh perguruan pencak silat dan elemen seni bela diri yang ada di wilayah Kecamatan Mauk.

 

“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh perguruan dan Ketua Pengkab IPSI Kabupaten Tangerang yang telah memberikan amanah kepada kami untuk membawa IPSI Kecamatan Mauk,” ungkap Abdul Ghofur.

 

Menurutnya, IPSI harus menjadi wadah bersama yang mampu menyatukan berbagai perguruan tanpa membedakan latar belakang maupun aliran perguruan.

 

“IPSI adalah rumah besar bagi kita bersama. Di IPSI, kita tidak lagi berbicara tentang ego perguruan masing-masing, melainkan bagaimana kita bersama-sama membawa nama harum Kecamatan Mauk, melestarikan budaya bangsa, serta menjaring dan membina bibit-bibit atlet muda berbakat di Mauk agar mampu bersaing dan berprestasi melalui pencak silat, baik di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional,” tegasnya.

 

Sementara itu, Camat Mauk Angga Yulyantono, S.IP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru Pengcam IPSI Mauk. Ia berharap kepengurusan tersebut mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus mencetak atlet-atlet pencak silat berprestasi.

 

“Saya ucapkan selamat atas dilantiknya Pengurus IPSI Kecamatan Mauk Masa Bakti 2026–2030. Semoga bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama Mauk. Pesan saya, rapikan internal kepengurusan, perkuat kebersamaan, dan bersinergi mendukung program pemerintah, khususnya untuk Kecamatan Mauk menuju Tangerang semakin gemilang,” tutur Angga.

 

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengkab IPSI Kabupaten Tangerang H. Yani Sutisna, S.H., M.Si., mengingatkan bahwa pencak silat memiliki nilai yang jauh lebih luas daripada sekadar olahraga dan bela diri.

 

“Pencak silat bukan sekadar untuk bela diri, tetapi juga untuk meraih prestasi. Lebih dari itu, pencak silat adalah warisan leluhur yang memuat nilai akhlak, budi pekerti, dan persaudaraan. Saya berharap IPSI Mauk bisa menjadi wadah inklusif bagi generasi muda untuk menempa diri, menjauhi kegiatan negatif, serta mencetak pesilat tangguh hingga tingkat nasional dan internasional dengan tetap memegang teguh adab,” tegas Yani.

 

Dukungan terhadap kepengurusan baru juga disampaikan Ketua DKKT Hj. Aida Ubaidah, S.E., M.M. Ia menekankan pentingnya menjaga identitas dan nilai kebudayaan Banten melalui seni pencak silat.

 

“Ini adalah tugas suci untuk menjaga dan merawat martabat seni silat dan budaya yang merupakan warisan asli para jawara Banten. Mari kita wujudkan persatuan serta kedamaian dengan menggalakkan latihan bersama dan menghidupkan kembali festival seni budaya pencak silat,” ungkapnya.

 

Pelantikan Pengcam IPSI Mauk Masa Bakti 2026–2030 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan antarperguruan, meningkatkan pembinaan atlet muda, serta menjaga pencak silat sebagai bagian penting dari warisan budaya bangs.*(Apih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *