KOTA METRO

Gebyar Karnaval Budaya Rejomulyo Meriahkan HUT RI ke-81 dan HUT Kelurahan ke-88

99
×

Gebyar Karnaval Budaya Rejomulyo Meriahkan HUT RI ke-81 dan HUT Kelurahan ke-88

Sebarkan artikel ini

KOTA METRO | lensanews.id 

Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro, menggelar Gebyar Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus HUT Kelurahan Rejomulyo ke-88 tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut digelar di Lapangan Sepak Bola Paser, Kelurahan Rejomulyo, Selasa malam (18/8/2026). Karnaval diikuti 18 grup atau kontingen yang menampilkan beragam kreasi dan atraksi budaya masyarakat.

Sejumlah pejabat dan tokoh daerah turut hadir, di antaranya Anggota DPRD Kota Metro dari Dapil IV Metro Barat–Metro Selatan Hadi Kurniadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Agus, Camat Metro Selatan Kuswidaryanto, Kapolsek Metro Selatan, Danramil Metro Barat/Metro Selatan, para lurah se-Kecamatan Metro Selatan, serta tamu undangan lainnya.

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso yang diwakili Camat Metro Selatan Kuswidaryanto menyampaikan permohonan maaf karena Wali Kota tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut. Menurutnya, Wali Kota tengah mengikuti rapat bersama Kapolres dan Sekretaris Daerah membahas persoalan sampah di Kota Metro.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menangani persoalan sampah di lingkungan masing-masing,” ujar Kuswidaryanto.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Rejomulyo yang turut memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81 melalui Gebyar Karnaval Budaya.

Sementara itu, Plt. Lurah Rejomulyo Arya Chandra Kurniawan mengatakan, pelaksanaan Karnaval Budaya Rejomulyo berawal dari aspirasi masyarakat dan seluruh kegiatan tersebut ditujukan kembali untuk masyarakat.

“Kegiatan ini berasal dari aspirasi warga dan untuk warga. Kami ingin mengubah tradisi menjadi lebih baik dengan memberikan edukasi melalui beberapa kategori, di antaranya kategori edukasi dan kategori kreativitas,” jelasnya.

Menurut Arya, konsep tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk menghadirkan atraksi dan kreativitas yang semakin baik dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini Karnaval Budaya Rejomulyo diikuti sebanyak 18 grup atau kontingen peserta,” katanya.

Menariknya, sejumlah peserta turut menampilkan kreasi berupa miniatur Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Kreasi tersebut sekaligus menjadi pesan masyarakat agar keberadaan koperasi dapat menjadi penggerak perekonomian di tingkat kelurahan.

“Kami berharap Kopdes nantinya tidak menjadi bangunan yang mangkrak, tetapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” ungkap Arya.

Ia menambahkan, masyarakat menaruh harapan agar Kopdes dapat berkembang, berjalan dengan baik, serta memberikan manfaat nyata bagi warga Rejomulyo.

Di tempat yang sama, panitia pelaksana Gebyar Karnaval Budaya Rejomulyo mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang kembali perjuangan para tokoh bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Kegiatan ini tentunya untuk mengingat kembali perjuangan tokoh-tokoh kita sejak tahun 1945 hingga Indonesia merdeka. Ini juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan masyarakat Rejomulyo serta kesetiaan terhadap negara dan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Panitia juga mengingatkan seluruh peserta agar mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan demi menjaga keamanan dan kelancaran selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menaati aturan yang telah ditetapkan panitia sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Semoga seluruh peserta karnaval diberikan kesehatan dan perlindungan dari Allah SWT,” katanya.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Dengan semangat kebersamaan, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal, Gebyar Karnaval Budaya Rejomulyo diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan sekaligus mengembangkan potensi budaya dan ekonomi di tingkat kelurahan. (Jjs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *