ARAFAHINTERNASIONAL

441 Jemaah Asal Tanggamus, Pesawaran, dan Pesisir Barat Bersatu dalam Refleksi Spiritual di Maktab 82

36
×

441 Jemaah Asal Tanggamus, Pesawaran, dan Pesisir Barat Bersatu dalam Refleksi Spiritual di Maktab 82

Sebarkan artikel ini

ARAFAH, ARAB SAUDI | lensanews.id 

Sebanyak 439 jemaah haji Kloter JKG 19 melaksanakan puncak ibadah haji, wukuf di Arafah, pada Selasa, 9 Dzulhijah 1447 H / 26 Mei 2026, pukul 12.17 WAS.

 

Jemaah yang berasal dari Kabupaten Tanggamus, Pesawaran, dan Pesisir Barat, Provinsi Lampung, berkumpul di Maktab 82 BTG, Tenda 4 Arafah, untuk mengikuti rangkaian ibadah yang menjadi inti dari seluruh rangkaian haji.

 

Pelaksanaan wukuf berjalan khidmat dan tertib di bawah koordinasi Ketua Kloter, Tri Idayana. Khutbah wukuf disampaikan oleh Akhmad Khoiri dengan tema “Ibadah Haji Sebagai Sarana Memaknai Diri” Dalam khutbahnya, ia menekankan makna penyucian diri dan pembaruan spiritual yang menjadi tujuan utama ibadah haji.

 

Ketua Kloter Tri Idayana, asal Pesawaran Kloter JKG 19, mengatakan suasana wukuf tahun ini sangat khusyuk dan penuh kekhidmatan.

 

“Alhamdulillah seluruh jemaah Kloter JKG 19 sebanyak 441 jemaah dapat melaksanakan wukuf dengan lancar. Ini momen paling dinanti, tempat kami bermunajat dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Semoga haji kami mabrur dan membawa perubahan baik saat kembali ke tanah air,” ujarnya.

 

Rangkaian ibadah dipimpin oleh Imam Akmaludin, dengan adzan dikumandangkan oleh Muadzin Edi Muhtar. Junaedi Samsul bertindak sebagai MC, sementara Sulaiman memimpin dzikir dan doa bersama.

 

Khusus untuk dua jemaah yang tidak dapat hadir di tenda utama, petugas memfasilitasi pelaksanaan _Safari Wukuf_ agar seluruh anggota kloter tetap dapat menunaikan rukun haji tersebut.

 

Wukuf di Arafah, yang dilaksanakan sejak tergelincirnya matahari hingga terbenam, merupakan inti dari ibadah haji. Di tempat inilah jemaah mencurahkan doa, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

Kelancaran pelaksanaan wukuf Kloter JKG 19 mencerminkan persiapan matang dan pendampingan petugas haji Indonesia. Momen ini juga menjadi wujud nyata kebersamaan dan persatuan jemaah dari berbagai daerah di Lampung, yang bersatu sebagai satu umat di Padang Arafah.

 

Saat matahari terbenam, para jemaah bertolak menuju Muzdalifah untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji dengan semangat spiritual yang semakin menguat.

Penulis : Indra

Editor : Indra. AR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *