PESAWARAN | lensanews.id
Pemerintah Kabupaten Pesawaran tancap gas wujudkan Sekolah Rakyat di Kecamatan Gedong Tataan. Lahan seluas 9 hektare di Lapangan Sidototo, Desa Kebagusan sudah disiapkan untuk menampung 1.080 siswa dari keluarga miskin, Jumat (1/5/2026).
Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, S.H. turun langsung mendampingi Tim Kementerian PUPR meninjau calon lokasi. Turut hadir Kepala Bappeda, Plt. Kepala BPKAD, Dinas Sosial, Dinas Pertanahan dan LH, Plt. Kepala Dinas PUPR, Kabag SDA, dan Sekcam Gedong Tataan.
“Lokasi ini sangat potensial. Luasnya 9 hektare, sementara kebutuhan minimal Sekolah Rakyat hanya 7 hektare. Ke depan kawasan ini juga akan kita kembangkan jadi ruang terbuka atau taman untuk masyarakat,” tegas Wabup Antonius di lokasi.
Rencana ini tindak lanjut pertemuan Bupati Pesawaran dengan Kementerian Sosial. Peninjauan bersama PUPR bertujuan memastikan kesiapan lahan sebagai syarat utama pembangunan.
Pemkab Pesawaran target seluruh dokumen beres bulan ini. Pokja khusus segera dibentuk untuk mengawal percepatan AMDAL, Andalalin, dan dokumen teknis lainnya agar bisa ditindaklanjuti Kemensos.
“Target kami, Mei ini semua syarat administrasi dan teknis selesai. Biar usulan langsung diproses pusat,” tambah Antonius.
Sekolah Rakyat ini menyasar 1.080 siswa dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 DTKS sebagai upaya pemerataan akses pendidikan bagi warga berpenghasilan rendah.
Dari sisi pusat, hasil peninjauan awal positif. Pelaksana Prasarana Strategis Wilayah Lampung, Arius Fedrinaldo, menyebut lokasi usulan sudah ideal.
“Dari hasil peninjauan, lokasi ini sudah cukup ideal untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Selanjutnya masuk tahap verifikasi lanjutan sesuai ketentuan,” ujar Arius.
Melalui Sekolah Rakyat, Pemkab Pesawaran menegaskan komitmen dukung program nasional peningkatan akses pendidikan sekaligus pemerataan pembangunan daerah. (Indra).












