PALEMBANG

Menyelami Surat Kartini di SMPN 19 Palembang: Saat Siswa Belajar Berdaya dan Saling Menghargai

29
×

Menyelami Surat Kartini di SMPN 19 Palembang: Saat Siswa Belajar Berdaya dan Saling Menghargai

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG | lensanews.id 

Suasana SMP Negeri 19 Palembang hari ini tampak berbeda. Gelak tawa siswa yang mengenakan busana adat berpadu dengan semangat kompetisi dalam rangkaian lomba peringatan Hari Kartini 2026. Namun, di balik kemeriahan itu, terselip sebuah pesan humanis dan mendalam dari sang nakhoda sekolah, Devi, S.Pd., M.Pd Kepala Sekolah SMPN 19 Palembang. Selasa (21/04/2026)

 

Sebagai seorang pemimpin perempuan, Devi membawa perspektif segar tentang bagaimana sosok R.A. Kartini seharusnya dihidupkan dalam sanubari generasi Z dan Alpha di Palembang.

 

Mengusung tema “Habis Gelap Terbitlah Terang, Perempuan Indonesia Berdaya”, Devi menekankan bahwa kata “berdaya” memiliki makna yang kuat. Menurutnya, perempuan tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai pendamping atau penghias formalitas belaka.

 

“Perempuan berdaya itu artinya dia mampu bersaing, mampu memberikan sumbangsih nyata bagi orang-orang di sekitarnya. Namun, saya selalu ingatkan, sehebat apa pun peran kita di luar, kita tidak boleh melupakan kodrat sebagai ibu dan istri. Mendidik anak di rumah tetap utama, namun di sekolah, seluruh siswa adalah anak-anak kami yang harus dijaga masa depannya,” ujar Devi penuh haru.

 

Dalam momen peringatan ini, Devi mengajak para siswa untuk tidak hanya mengenal nama Kartini dari buku sejarah, tetapi menyelami pemikirannya. Ia mengutip betapa luar biasanya curahan hati Kartini dalam surat-suratnya kepada sahabat di Belanda.

 

Ia berharap melalui literasi tersebut, siswa memahami bahwa cita-cita Kartini adalah melihat perempuan Indonesia keluar dari keterbatasan, namun tetap menjaga kehormatan dan etika.

 

“Harapan saya, anak-anak perempuan memaknai emansipasi secara positif. Bukan berarti semena-mena kepada laki-laki. Sebaliknya, untuk anak laki-laki, momen ini adalah belajar menghargai perempuan—baik itu ibu, istri, maupun anak mereka kelak. Harus ada rasa saling menghargai,” tambahnya.

 

Peringatan Hari Kartini di SMPN 19 Palembang tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan kreatif yang bertujuan memupuk rasa nasionalisme, di antaranya: Pemilihan Kartini & Kartono: Ajang unjuk bakat dan karakter siswa. Lomba Baca Puisi: Menghayati bait-bait perjuangan perempuan.Lomba Pidato: Melatih keberanian siswa menyampaikan gagasan tentang kesetaraan dan kebangsaan.

 

Meski hanya berlangsung satu hari, Devi berharap kesan dari kegiatan ini membekas lama. Ia ingin siswa SMPN 19 Palembang tumbuh menjadi pribadi yang inovatif namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur kemanusiaan yang diajarkan oleh Sang Ibu Bangsa, R.A. Kartini. (Hari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *